Rupiah Terjun Bebas! Ketegangan Politik Picu Kepanikan Pasar?

Rupiah Terjun Bebas! Ketegangan Politik Picu Kepanikan Pasar?

55 NEWS – Nilai tukar rupiah mengalami tekanan hebat di pasar spot pada pembukaan perdagangan hari Jumat (29/8/2025). Sentimen negatif dari dalam negeri, khususnya eskalasi tensi politik, menjadi pemicu utama pelemahan mata uang Garuda.

COLLABMEDIANET

Sempat dibuka pada level Rp16.347 per dolar AS, rupiah terus tertekan hingga menyentuh angka Rp16.513 per dolar AS. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan masyarakat luas.

 Rupiah Terjun Bebas! Ketegangan Politik Picu Kepanikan Pasar?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menurut pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah kali ini dipicu oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Namun, ia menekankan bahwa faktor internal, terutama gejolak politik, memiliki dampak yang signifikan.

"Kondisi perpolitikan di Indonesia saat ini mendorong pasar untuk mencari aset-aset yang lebih aman atau safe haven," ujar Ibrahim.

Ibrahim menyoroti insiden yang terjadi semalam, di mana oknum aparat terlibat dalam insiden dengan pengemudi ojek online saat demonstrasi. Peristiwa ini dinilai semakin memperkeruh suasana politik dan memicu reaksi keras dari masyarakat, mahasiswa, dan pelajar.

Situasi ini meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan dan mendorong investor untuk beralih ke aset yang dianggap lebih stabil, seperti dolar AS. Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS meningkat, yang pada gilirannya menekan nilai tukar rupiah.

Para pelaku pasar dan pengamat ekonomi kini tengah mencermati perkembangan situasi politik dalam negeri. Stabilitas politik menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan investor dan menstabilkan nilai tukar rupiah. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meredakan tensi politik dan menjaga kondusivitas ekonomi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar