Strategi Baru Industri Baja Lawan Impor

Strategi Baru Industri Baja Lawan Impor

55tv.co.id – Industri baja nasional kini tengah berada di persimpangan jalan yang krusial. Di tengah gempuran produk impor yang kian masif, para pelaku industri di tanah air mulai menyusun langkah taktis untuk memperkuat benteng pertahanan ekonomi domestik. Momentum perubahan ini ditandai dengan pergantian kepemimpinan di tubuh Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) yang diharapkan mampu membawa angin segar bagi keberlangsungan sektor manufaktur strategis ini.

COLLABMEDIANET

Dalam rapat komite eksekutif yang digelar di Jakarta pada Senin (28/9/2026), Willgo Zainar resmi ditetapkan sebagai Chairman IISIA untuk periode 2026-2030. Willgo, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, menggantikan Akbar Djohan. Pergantian estafet kepemimpinan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkokoh soliditas serta kolaborasi antar pelaku industri baja dari hulu hingga ke hilir.

Strategi Baru Industri Baja Lawan Impor
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Willgo menekankan bahwa tantangan yang dihadapi industri baja saat ini tidaklah ringan. Tekanan dari produk luar negeri yang masuk ke pasar domestik menuntut adanya sinergi yang lebih erat, tidak hanya antar sesama produsen, tetapi juga dengan pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Menurutnya, kekompakan adalah kunci utama agar industri baja nasional tidak tergilas oleh arus globalisasi.

Untuk menghadapi situasi tersebut, IISIA telah merumuskan enam agenda strategis yang akan menjadi fokus utama selama masa kepemimpinan mendatang. Agenda pertama adalah optimalisasi trade remedies serta pengendalian impor yang lebih ketat guna melindungi pasar dalam negeri. Kedua, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib bagi produk baja untuk memastikan kualitas dan daya saing.

Agenda ketiga mencakup peningkatan efektivitas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Hal ini sangat penting agar rantai pasok nasional tetap terjaga. Selanjutnya, agenda keempat adalah peningkatan kapasitas pasokan serta penguatan daya saing energi, mengingat industri baja sangat bergantung pada stabilitas energi.

Selain itu, agenda kelima adalah menjamin ketersediaan bahan baku dalam jangka panjang agar produksi tidak terganggu oleh fluktuasi pasar global. Terakhir, agenda keenam adalah pemanfaatan insentif fiskal dan dorongan investasi untuk memperkuat struktur modal industri.

"Saya yakin, dengan kekompakan dan soliditas seluruh pelaku industri, kita dapat bersama-sama memperjuangkan perlindungan yang lebih kuat bagi industri baja nasional," tegas Willgo dalam keterangannya. Melalui peta jalan yang jelas ini, diharapkan industri baja Indonesia mampu bertransformasi menjadi sektor yang lebih tangguh, mandiri, dan mampu bersaing di kancah internasional tanpa harus mengorbankan kepentingan produsen lokal.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar