55tv.co.id – Raksasa telekomunikasi Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), resmi mengambil langkah strategis besar dalam memperkuat struktur bisnisnya. Perusahaan memutuskan untuk memisahkan aset jaringan infrastruktur mereka yang bernilai fantastis, yakni mencapai Rp85,7 triliun, ke dalam sebuah entitas baru bernama PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama InfraNexia.

Related Post
Langkah besar ini menandai babak baru bagi Telkom dalam mengoptimalkan seluruh aset fisik yang mereka miliki. Melalui pembentukan InfraNexia, perusahaan ini nantinya akan memegang kendali atas lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan milik Telkom. Cakupan aset yang dikelola sangatlah masif, mencakup sekitar 112 ribu kilometer jaringan fiber optik. Selain itu, InfraNexia juga akan mengelola 26 ribu kilometer sistem komunikasi kabel laut (SKKL) domestik yang menjadi tulang punggung konektivitas di tanah air.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menjelaskan bahwa keputusan pemisahan aset ini bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Proses ini kemudian diresmikan melalui penandatanganan akta pemisahan antara Direktur Utama Telkom dengan Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf.
Menurut Nanang, kehadiran InfraNexia diharapkan mampu menjadi pemain utama dalam industri infrastruktur di tanah air. Dengan fokus yang lebih spesifik, perusahaan ini diproyeksikan akan meningkatkan produktivitas aset secara signifikan. "Kami yakin InfraNexia akan menjadi penyedia infrastruktur terbesar di Indonesia. Dengan jaringan yang membentang luas di berbagai wilayah, hal ini akan memper tajam fokus bisnis dan meningkatkan kontribusi pendapatan pada segmen business to business (B2B) infrastruktur di lingkungan TelkomGroup," ujar Nanang saat memberikan keterangan di Jakarta.
Di sisi lain, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menambahkan bahwa konsolidasi aset ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi perusahaan. Dengan skala infrastruktur yang semakin besar, InfraNexia memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk meningkatkan utilitas jaringan dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pelaku ekosistem digital nasional.
Seno menekankan bahwa tujuan utama dari langkah ini bukan sekadar memperluas pemanfaatan aset, melainkan untuk memastikan infrastruktur tersebut menjadi fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan mitra-mitra digital. Dengan pengelolaan yang lebih efisien, InfraNexia diharapkan mampu menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang, sekaligus mendukung penguatan kedaulatan digital di Indonesia.










Tinggalkan komentar