Strategi Baru UMKM Tembus Ritel Modern

Strategi Baru UMKM Tembus Ritel Modern

55tv.co.id – Upaya memperkuat posisi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pasar nasional terus digencarkan oleh pemerintah. Melalui langkah strategis terbaru, Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menjalin kolaborasi dengan GS1 Indonesia untuk memberikan fasilitasi sertifikasi barcode bagi produk-produk lokal. Langkah ini diambil sebagai solusi atas hambatan teknis yang selama ini sering dihadapi pelaku usaha kecil saat ingin menembus pasar ritel modern.

COLLABMEDIANET

Program yang secara resmi diluncurkan pada Selasa (6/10/2026) di Jakarta ini berfokus pada pemberian sertifikasi barcode untuk kategori produk pangan dalam kemasan serta produk perawatan kecantikan (beauty care). Pada fase awal implementasinya, pemerintah telah menetapkan target sebanyak 50 perusahaan UMKM untuk mendapatkan sertifikasi ini secara cuma-cuma.

Strategi Baru UMKM Tembus Ritel Modern
Gambar Istimewa : a.okezone.com

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, dalam acara kick off Fasilitasi Sertifikasi Barcode tersebut, menekankan pentingnya standarisasi produk agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi. Menurutnya, keberadaan barcode bukan sekadar kode angka dan garis, melainkan "paspor" bagi sebuah produk untuk bisa masuk ke dalam rak-rak supermarket dan toko ritel terkemuka.

"Dengan adanya sertifikasi barcode ini, kita ingin produk UMKM tidak lagi kesulitan saat ingin melakukan ekspansi ke jaringan ritel modern. Standarisasi ini akan memudahkan proses inventarisasi, pelacakan produk, hingga transaksi di kasir," ujar Budi Santoso saat berbincang dengan para pelaku usaha.

Selama ini, banyak produk UMKM yang memiliki kualitas rasa atau kandungan yang sangat baik, namun gagal masuk ke pasar modern karena tidak memiliki sistem identifikasi produk yang diakui secara global. Tanpa barcode yang terstandarisasi oleh GS1, sistem manajemen stok di ritel modern akan sulit mengintegrasikan produk tersebut, sehingga peluang produk lokal untuk dipajang menjadi sangat terbatas.

Melalui kolaborasi dengan GS1 Indonesia, Kemendag berharap dapat memangkas hambatan administratif dan teknis tersebut. Penggunaan barcode yang standar akan meningkatkan kepercayaan konsumen serta memberikan kemudahan bagi distributor dalam mengelola rantai pasok.

Program ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para pelaku UMKM lainnya untuk terus melakukan inovasi pada kemasan dan kualitas produk mereka. Dengan dukungan teknologi identifikasi yang mumpuni, produk lokal diharapkan tidak hanya jago kandang, tetapi mampu bersaing secara kompetitif di tengah gempuran produk impor yang sudah lebih dulu menguasai pasar ritel modern di Indonesia.

Pemerintah optimis bahwa jika program ini berjalan sukses pada tahap awal, cakupan penerima manfaat akan terus diperluas ke berbagai sektor industri lainnya, guna memastikan ekosistem perdagangan nasional yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar