Terbongkar! Kemenhub Ungkap Titik Lemah Arus Mudik Bali 2026, Solusi Radikal Disiapkan: Gilimanuk Tak Lagi Sendiri, Potensi Ekonomi Baru Terbuka!

55 NEWS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, baru-baru ini melakukan evaluasi mendalam terhadap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, dengan fokus utama pada simpul transportasi di Bali. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi di masa mendatang, menyusul sorotan tajam terhadap kepadatan lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk yang sempat lumpuh saat puncak arus mudik.

COLLABMEDIANET

Kepadatan yang melanda jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk pada periode Lebaran 2026 menjadi catatan krusial yang menuntut solusi cepat dan terukur. Aan Suhanan menyoroti keterbatasan kapasitas pelabuhan dalam menampung volume kendaraan yang melonjak drastis, mengindikasikan perlunya strategi pengelolaan yang lebih adaptif. "Ada pengelolaan awal yang kurang maksimal, salah satunya pemanfaatan buffer zone padahal pengelolaannya jadi salah satu kunci untuk mengatur kendaraan yang berangkat ke pelabuhan. Pelabuhan mana pun harus ada buffer zone, karena sifat pelabuhan terbatas menampung kendaraan, jadi harus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk kita perbaiki bersama," jelas Aan dalam kunjungan kerjanya di Terminal Tipe A Mengwi, Bali, sebagaimana dilaporkan 55tv.co.id pada Jumat (18/4/2026).

Terbongkar! Kemenhub Ungkap Titik Lemah Arus Mudik Bali 2026, Solusi Radikal Disiapkan: Gilimanuk Tak Lagi Sendiri, Potensi Ekonomi Baru Terbuka!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menyikapi tantangan tersebut, Aan Suhanan mendorong eksplorasi lokasi buffer zone tambahan sebelum mencapai Pelabuhan Gilimanuk. Langkah ini vital untuk menciptakan sistem pengaturan kendaraan yang lebih efektif dan mencegah penumpukan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan strategis sebagai kantong parkir pendukung, yang lokasinya tidak jauh dari Gilimanuk. Optimalisasi buffer zone bukan hanya soal kapasitas, melainkan juga efisiensi pergerakan dan distribusi kendaraan, yang secara langsung berdampak pada kelancaran rantai pasok dan mobilitas ekonomi lokal.

Lebih jauh, Kemenhub juga mengkaji opsi penyediaan pelabuhan alternatif di Bali. Ide ini bertujuan untuk mengurangi beban dan ketergantungan berlebih pada lintas Ketapang-Gilimanuk, meniru keberhasilan model yang telah diterapkan di lintas Merak-Bakauheni. Pelabuhan Celukan Bawang disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang berpotensi besar untuk membantu mengurai kepadatan, khususnya saat terjadi lonjakan volume kendaraan. Diversifikasi jalur penyeberangan ini diharapkan tidak hanya melancarkan arus mudik dan balik, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru bagi wilayah sekitar pelabuhan alternatif, serta meningkatkan resiliensi infrastruktur transportasi Bali secara keseluruhan. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat, yang pada gilirannya akan mendukung stabilitas ekonomi daerah dan daya saing pariwisata Bali.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar