TERKUAK! Donald Trump Incar ‘Harta Karun’ Indonesia: Perjanjian Dagang AS-RI Siap Ubah Peta Ekonomi Global? Menko Airlangga Bongkar Detail Negosiasi Panas!

TERKUAK! Donald Trump Incar 'Harta Karun' Indonesia: Perjanjian Dagang AS-RI Siap Ubah Peta Ekonomi Global? Menko Airlangga Bongkar Detail Negosiasi Panas!

55 NEWS – Jakarta—Dinamika hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas, kali ini dengan sorotan tajam pada potensi kerja sama di sektor mineral kritis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini mengisyaratkan bahwa negosiasi terkait pemanfaatan sumber daya strategis ini sedang berjalan intensif, menjadi pilar utama dalam kesepakatan dagang bilateral yang diproyeksikan rampung pada Januari 2026.

COLLABMEDIANET

Perjanjian bersejarah ini, yang direncanakan akan diteken langsung oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump, tidak hanya mencakup isu mineral. Airlangga menambahkan, paket kesepakatan tersebut juga akan menghadirkan kabar gembira bagi pelaku ekspor Indonesia, yakni penurunan tarif resiprokal yang signifikan, dari 32 persen menjadi 19 persen.

TERKUAK! Donald Trump Incar 'Harta Karun' Indonesia: Perjanjian Dagang AS-RI Siap Ubah Peta Ekonomi Global? Menko Airlangga Bongkar Detail Negosiasi Panas!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam upaya mempercepat realisasi, Menko Airlangga membeberkan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah bergerak cepat. Lembaga tersebut kini aktif berdialog dengan otoritas ekspor-impor di Amerika Serikat, membuka jalan bagi kemitraan strategis ini.

"Tentu saja, terkait mineral kritis, diskusi antara BPI Danantara dengan lembaga ekspor-impor di Amerika sudah berjalan," ungkap Airlangga saat ditemui di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025). Ia melanjutkan, "Bahkan, beberapa korporasi Amerika juga telah menjalin komunikasi dengan perusahaan mineral kritis di Indonesia. Ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menyediakan akses terhadap mineral-mineral strategis tersebut."

Airlangga juga menekankan bahwa kolaborasi Indonesia-AS di sektor mineral bukanlah hal baru. Ia menyoroti jejak sejarah panjang, merujuk pada operasi Freeport McMoRan yang telah berlangsung sejak tahun 1967. Perusahaan raksasa asal AS ini, kata Airlangga, telah lama menjadi pemasok utama tembaga (copper), salah satu mineral yang kini dikategorikan kritis.

"Kami telah memonitor bahwa tembaga adalah salah satu mineral kritis, dan perusahaan Amerika sudah berinvestasi di sektor ini sejak 1967 melalui Freeport McMoRan," jelas Airlangga. "Bagi Indonesia, kerja sama mineral kritis dengan Amerika Serikat adalah sebuah kontinuitas, bukan inisiatif yang baru."

Dengan demikian, perundingan yang tengah berlangsung ini tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis, tetapi juga berpotensi membuka babak baru dalam kemitraan ekonomi yang lebih luas dan saling menguntungkan antara kedua negara adidaya tersebut.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar