Terkuak! Fast Food Indonesia (KFC) Masih Terjebak Kerugian Ratusan Miliar Rupiah, Puluhan Gerai Tumbang dan Ribuan Karyawan Terdampak! Simak Strategi Bertahan Hidup Sang Raksasa Ayam Goreng!

55 NEWS – PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), emiten di balik jaringan restoran cepat saji KFC, masih harus menghadapi kenyataan pahit dengan membukukan kerugian bersih sebesar Rp369 miliar sepanjang tahun fiskal 2025. Meskipun angka ini menunjukkan perbaikan signifikan, menyusut 54 persen dari kerugian Rp798 miliar yang tercatat pada tahun 2024, kondisi finansial perusahaan tetap menjadi sorotan para analis pasar. Sebagai bagian dari strategi adaptasi di tengah tekanan ekonomi, FAST juga dilaporkan telah menutup puluhan gerai KFC di berbagai lokasi sepanjang periode tersebut.

COLLABMEDIANET

Data keuangan menunjukkan bahwa pendapatan FAST pada tahun 2025 mencapai Rp4,88 triliun. Mayoritas kontribusi pendapatan, yakni sebesar Rp4,87 triliun atau 99,8 persen, secara konsisten berasal dari segmen penjualan makanan dan minuman, menegaskan dominasi bisnis inti perusahaan. Informasi ini terungkap dari laporan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagaimana diakses pada Senin (20/4/2026).

Terkuak! Fast Food Indonesia (KFC) Masih Terjebak Kerugian Ratusan Miliar Rupiah, Puluhan Gerai Tumbang dan Ribuan Karyawan Terdampak! Simak Strategi Bertahan Hidup Sang Raksasa Ayam Goreng!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Di sisi lain, total aset perseroan menunjukkan pertumbuhan positif yang patut dicermati, melonjak menjadi Rp4,94 triliun dari posisi Rp3,52 triliun di akhir tahun 2024. Selain itu, FAST juga mencatatkan pendapatan dari sumber lain, termasuk komisi penjualan konsinyasi untuk CD dan musik digital sebesar Rp16,9 miliar, meskipun angka ini sedikit menurun dari Rp19,6 miliar pada tahun sebelumnya. Menariknya, pendapatan dari jasa layanan antar menunjukkan performa yang solid, tumbuh 18 persen menjadi Rp2,25 miliar, mengindikasikan potensi diversifikasi pendapatan di era digital.

Meskipun pendapatan secara agregat relatif stabil, manajemen FAST berhasil menerapkan strategi efisiensi yang signifikan dalam pengelolaan biaya. Beban pokok pendapatan (COGS) berhasil ditekan sebesar 1,8 persen, menjadi Rp1,99 triliun. Penurunan COGS ini berimplikasi langsung pada peningkatan laba kotor, yang naik tipis 1,6 persen menjadi Rp2,89 triliun, menunjukkan upaya perusahaan dalam mengelola biaya produksi secara lebih cermat.

Upaya efisiensi juga merambah ke area operasional lainnya. Beban penjualan dan distribusi berhasil dipangkas 4 persen, demikian pula dengan beban umum dan administrasi yang juga turun 4 persen. Penurunan beban-beban ini tidak terlepas dari restrukturisasi jaringan gerai, di mana jumlah outlet KFC berkurang dari 715 menjadi 690 gerai. Langkah ini mengindikasikan konsolidasi operasional untuk meningkatkan profitabilitas per gerai dan mengoptimalkan aset.

Dampak dari langkah-langkah efisiensi dan konsolidasi ini juga terlihat pada jumlah tenaga kerja. Hingga 31 Desember 2025, total karyawan di bawah grup FAST tercatat sebanyak 11.664 orang, menurun signifikan dari 13.106 karyawan pada akhir tahun 2024. Penurunan ini mencerminkan penyesuaian struktur organisasi dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis dan upaya perusahaan untuk mencapai efisiensi maksimal demi keberlanjutan bisnis.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar