Terkuak! Indonesia Bidik Rp7.500 Triliun untuk Revolusi Energi Bersih 100 GW PLTS, Peluang Emas Investor Global Terhampar Luas di Tengah Ledakan Data Center!

55 NEWS – Indonesia secara ambisius menggeber percepatan transisi energi, membuka karpet merah bagi investasi hijau berskala raksasa. Pemerintah menargetkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt (GW) sebagai tulang punggung bauran energi nasional, sebuah visi yang menuntut kolaborasi investor di tengah keterbatasan fiskal negara.

COLLABMEDIANET

"Kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kebijakan yang konsisten, demi menjamin ketersediaan energi bersih yang kompetitif bagi industri masa depan," tegas Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wanhar Abdurrahim. Pernyataan ini disampaikannya dalam peluncuran Enlit Asia-Electricity Connect 2026 di Kantor Pusat PLN, Jumat (17/4/2026), sebuah forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan energi.

Terkuak! Indonesia Bidik Rp7.500 Triliun untuk Revolusi Energi Bersih 100 GW PLTS, Peluang Emas Investor Global Terhampar Luas di Tengah Ledakan Data Center!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Wanhar lebih lanjut memaparkan, kebutuhan investasi di sektor ketenagalistrikan Indonesia diperkirakan menembus angka fantastis, lebih dari USD 500 miliar atau setara sekitar Rp7.500 triliun. Angka ini, menurutnya, merupakan peluang emas bagi investor, terutama untuk proyek-proyek energi baru terbarukan (EBT). Tak hanya itu, akselerasi sektor digital, khususnya pusat data (data center) di kawasan ASEAN yang diproyeksikan tumbuh hingga 20 persen per tahun, turut memicu lonjakan permintaan energi yang andal dan berkelanjutan. Kondisi ini secara otomatis membuka gerbang investasi baru pada infrastruktur kelistrikan berbasis teknologi mutakhir dan energi bersih.

Senada dengan Wanhar, Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Suroso Isnandar, menekankan vitalnya kolaborasi lintas sektor. "Ajang seperti Enlit Asia-Electricity Connect 2026 ini menjadi kunci fundamental dalam menjembatani kebijakan pemerintah, kesiapan industri, dan inovasi teknologi demi mengakselerasi pengembangan energi di Indonesia," ujar Suroso, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Ia menambahkan, sinergi antara MKI, Clarion Events, Kementerian ESDM, dan PT PLN (Persero) dalam penyelenggaraan acara ini sangat krusial untuk mendukung dan mempercepat kemajuan sektor energi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh kawasan ASEAN.

Dengan potensi investasi yang melimpah dan komitmen kuat dari pemerintah, Indonesia optimis mampu mewujudkan target 100 GW PLTS, sekaligus menempatkan diri sebagai pemimpin regional dalam transisi menuju ekonomi hijau berkelanjutan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar