55tv.co.id – Sebuah gebrakan besar tengah dilancarkan untuk merombak total wajah perusahaan konstruksi milik negara. Danantara Indonesia memimpin inisiatif krusial ini, melakukan perampingan drastis pada klaster Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi, yang akrab disebut BUMN Karya. Sebanyak 30 unit bisnis di bawah Grup Brantas Abipraya kini dipangkas habis. Penataan struktural ini bukan sekadar perubahan kosmetik, melainkan fondasi awal menuju transformasi fundamental agar BUMN Karya menjadi entitas bisnis yang lebih gesit, terintegrasi, dan berpusat pada keahlian inti di bidang konstruksi.

Related Post
Badan Pengelola BUMN bersama Danantara Indonesia secara aktif menata ulang portofolio unit-unit usaha konstruksi. Tujuannya jelas: mengoptimalkan konsentrasi sumber daya dan meningkatkan kapabilitas operasional. Efisiensi besar-besaran di Grup Brantas Abipraya ini dirancang untuk memastikan pengelolaan korporasi bergerak lebih lincah dan mampu bersaing di kancah industri yang semakin ketat.

Dony Oskaria, Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, menegaskan bahwa perampingan ini krusial. "Danantara Indonesia mendorong restrukturisasi Grup Brantas Abipraya dari 30 entitas menjadi struktur yang lebih padu dan efektif. Ini untuk memusatkan kekuatan pada bisnis inti konstruksi," ujarnya dalam keterangan resmi belum lama ini. Ia menambahkan, transformasi ini bukan sekadar menyederhanakan, melainkan membangun bisnis yang lebih terarah, sehat, dan mampu bertumbuh secara berkelanjutan.
Dalam pertemuan koordinasi dengan jajaran Direksi Brantas Abipraya, manajemen Danantara menekankan adanya pergeseran pola pikir bisnis. BUMN Karya tidak lagi boleh sekadar mengejar volume proyek. Indikator keberhasilan perusahaan kini akan sangat bergantung pada ketepatan eksekusi serta kelayakan finansial dari setiap proyek yang digarap.
"Pertumbuhan perusahaan tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak proyek yang didapatkan. Yang jauh lebih esensial adalah mutu proyek, kedisiplinan dalam pelaksanaan, serta kemampuan setiap proyek untuk menghasilkan profitabilitas yang sehat dan lestari," tegas Dony.
Demi mewujudkan fondasi korporasi yang tangguh, Danantara menginstruksikan agar kriteria seleksi tender proyek diperketat. Peningkatan efisiensi juga harus dilakukan secara menyeluruh di setiap lini kerja.
"Penguatan dasar bisnis menjadi prioritas kami, yakni mempertajam pemilihan proyek, meningkatkan efisiensi, menjaga kualitas pekerjaan, serta memperkuat kemampuan eksekusi," pungkasnya. Dengan struktur yang lebih ramping dan fokus bisnis yang semakin tajam, Brantas Abipraya diharapkan menjadi perusahaan konstruksi yang semakin profesional, sehat, dan menghasilkan karya bermutu bagi masyarakat serta kemajuan pembangunan Indonesia.










Tinggalkan komentar