55tv.co.id – Harga komoditas pangan pokok seperti cabai dan bawang kerap membuat masyarakat mengeluh. Kementerian Pertanian Kementan akhirnya buka suara mengenai penyebab fluktuasi harga yang seringkali melambung tinggi dan menjadi beban bagi konsumen.

Related Post
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy menjelaskan bahwa ketidakpastian harga ini merupakan salah satu kendala utama yang dihadapi para petani. Masalah ini berakar pada karakteristik usaha tani hortikultura yang mayoritas masih dijalankan secara individual. Selain itu lahan garapan yang sempit umumnya di bawah satu hektar serta minimnya perencanaan jadwal tanam turut memperparah kondisi produksi dan pasokan yang tak teratur.

"Ketidakpastian harga disebabkan oleh dominasi petani individual. Lahan usaha mereka kecil-kecil di bawah satu hektar dan tidak ada jadwal tanam yang jelas. Ini semua berkontribusi pada gejolak harga" ungkap Freddy dalam sebuah acara di ICE BSD Tangerang Rabu 16 September 2026.
Meski demikian Kementan tidak tinggal diam. Freddy menegaskan bahwa pihaknya terus menggalakkan program hilirisasi guna mendorong petani hortikultura untuk meningkatkan kapabilitas dan memperbesar skala usaha mereka. Petani juga diarahkan untuk beralih dari pola individualistik menuju sistem usaha tani yang lebih kolektif.
"Kami percaya dengan arahan dan semangat dari Bapak Menteri Pertanian kami berupaya keras agar petani hortikultura bisa naik kelas melalui hilirisasi. Mereka tidak bisa lagi bertani sendiri harus kolektif" lanjut Freddy.
Lebih lanjut Freddy menekankan pentingnya jaminan permintaan dari pembeli atau buyer sebelum petani memulai proses produksi. Dengan adanya kepastian pasar petani dapat lebih terencana dalam menentukan standar mutu jumlah pasokan dan juga harga produk yang akan mereka hasilkan. Ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas harga yang menguntungkan semua pihak.










Tinggalkan komentar