Terungkap Biang Kerok PHK Massal Bukan Harga Gas

Terungkap Biang Kerok PHK Massal Bukan Harga Gas

55tv.co.id – Sektor industri nasional tengah menghadapi badai tekanan yang tak hanya disebabkan oleh lonjakan harga gas. Ancaman pemutusan hubungan kerja PHK massal dan melemahnya daya saing ternyata dipicu oleh serangkaian masalah kompleks mulai dari daya beli masyarakat yang anjlok hingga gejolak nilai tukar rupiah yang tak menentu.

COLLABMEDIANET

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal menyoroti bahwa kekhawatiran pelaku usaha terutama yang sangat bergantung pada energi memang beralasan. Kenaikan harga energi global merupakan imbas dari dinamika geopolitik dunia yang sulit dihindari. Namun ia menegaskan bahwa biaya energi hanyalah satu dari sekian banyak faktor yang membebani ongkos produksi.

Terungkap Biang Kerok PHK Massal Bukan Harga Gas
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Faktor krusial lainnya adalah lesunya daya beli masyarakat. Ketika kemampuan belanja konsumen menurun drastis permintaan barang pun ikut merosot tajam. Akibatnya produksi industri harus dipangkas dan langkah efisiensi seringkali berujung pada keputusan berat berupa PHK massal demi menjaga kelangsungan perusahaan.

Tak kalah penting adalah guncangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Bagi industri yang masih mengandalkan bahan baku impor fluktuasi ini menjadi mimpi buruk. Mereka harus membeli material dengan mata uang asing yang lebih mahal sementara produk jadi dijual dalam rupiah. Situasi ini jelas menggerus margin keuntungan dan menambah beban operasional.

Menyikapi tekanan berlapis ini pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus berupaya merumuskan solusi konkret. Fokus utama saat ini adalah memberikan dukungan kebijakan khusus bagi sektor-sektor yang paling terpukul seperti industri granit keramik dan tekstil yang belakangan ini gencar menyuarakan permohonan bantuan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar