Terungkap! Limbah Sawit Simpan Harta Karun Rp1,7 Triliun: Strategi Revolusioner PLN EPI Guncang Impor LNG dan Selamatkan Ekonomi Nasional!

Terungkap! Limbah Sawit Simpan Harta Karun Rp1,7 Triliun: Strategi Revolusioner PLN EPI Guncang Impor LNG dan Selamatkan Ekonomi Nasional!

55 NEWS – Indonesia tengah bersiap menyulap limbah cair kelapa sawit (POME) menjadi sumber energi bernilai ekonomi fantastis, mencapai estimasi Rp1,7 triliun. Inisiatif strategis melalui pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) ini digadang-gadang sebagai kunci ganda untuk mereduksi ketergantungan impor gas alam cair (LNG) sekaligus menekan jejak emisi metana secara signifikan.

COLLABMEDIANET

Hokkop Situngkir, Direktur Biomassa PLN EPI, menegaskan bahwa lanskap industri sawit Indonesia menyimpan potensi masif yang belum tergarap optimal untuk diubah menjadi sumber energi rendah karbon dengan nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan POME menjadi CBG bukan hanya sekadar wacana, melainkan pilar vital dalam mendukung target dekarbonisasi dan memperkokoh ketahanan energi nasional.

Terungkap! Limbah Sawit Simpan Harta Karun Rp1,7 Triliun: Strategi Revolusioner PLN EPI Guncang Impor LNG dan Selamatkan Ekonomi Nasional!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Potensi ekonomi dari pemanfaatan limbah industri sawit untuk energi sangat besar. Sumber daya, teknologi, dan pendanaan sudah tersedia. Tantangannya kini adalah merancang skema bisnis yang tepat agar implementasi dapat segera direalisasikan," ujar Hokkop, dalam sebuah pernyataan yang diterima 55tv.co.id, Senin (15/6/2026).

Ironisnya, dari sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Indonesia, potensi limbah cair atau POME yang mencapai 130 juta meter kubik per tahun ini sebagian besar masih belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi domestik. Padahal, limbah POME merupakan salah satu kontributor emisi metana yang signifikan. "PLN EPI memperkirakan, emisi dari limbah sawit ini menyentuh angka sekitar 20 juta ton CO2e per tahun. Hampir 90 persen dari emisi tersebut sebenarnya dapat dieliminasi melalui utilisasi menjadi sumber energi baru yang bersih," terang Hokkop.

Pengembangan CBG, lanjut Hokkop, bukan sekadar solusi emisi, melainkan juga akselerator pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional sebesar 44–48 persen pada 2030, serta visi Net Zero Emissions (NZE) 2060. Untuk mewujudkan ambisi ini, PLN EPI tengah merancang dan membangun ekosistem CBG yang terintegrasi, mulai dari pengamanan pasokan bahan baku, pengembangan fasilitas produksi, hingga penciptaan pasar yang berkelanjutan. Dalam model bisnis ini, PLN EPI mengambil peran krusial sebagai agregator dan offtaker, menjembatani berbagai pihak mulai dari pabrik kelapa sawit, penyedia teknologi, lembaga pembiayaan, sektor industri, hingga pembangkit listrik.

"Kami siap membeli dan mendistribusikan CBG yang diproduksi ke pembangkit listrik. Peran kami sebagai agregator diharapkan dapat mempercepat laju investasi di sektor vital ini," tegas Hokkop. Sebagai bukti konkret, PLN EPI sedang mempersiapkan implementasi proyek cofiring CBG di PLTGU Belawan. Untuk mengoperasikan satu turbin gas berkapasitas 130 megawatt (MW) dengan tingkat cofiring 2,5 persen, dibutuhkan sekitar 450 MMBTUD Bio-CBG. Jumlah ini setara dengan pemanfaatan sekitar 330.000 meter kubik POME per tahun, atau dari satu fasilitas CBG. Apabila keempat turbin di PLTGU Belawan beroperasi dengan skema serupa, dibutuhkan sekitar empat fasilitas CBG dengan total investasi diperkirakan mencapai USD20 juta. Implementasi ini diproyeksikan mampu menghindarkan emisi hingga sekitar 500 ribu ton CO2e, sebuah langkah signifikan menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar