55 NEWS – Jakarta – Suasana Ramadhan yang seharusnya membawa ketenangan, kini diwarnai gejolak harga pangan yang signifikan. Memasuki pekan pertama bulan suci, tepatnya pada Jumat, 27 Februari 2026, pukul 09.30 WIB, data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia menunjukkan tren kenaikan yang mengkhawatirkan pada hampir seluruh komoditas strategis. Lonjakan ini diprediksi akan memberikan tekanan ekstra bagi daya beli masyarakat di tengah kebutuhan yang meningkat.

Related Post
Komoditas bumbu dapur menjadi salah satu penyumbang inflasi yang patut diwaspadai. Harga bawang merah melonjak tajam 7,2 persen, mencapai level Rp48.400 per kilogram. Tak ketinggalan, bawang putih juga mengalami kenaikan 3,52 persen, kini diperdagangkan di angka Rp42.650 per kilogram. Kenaikan ini tentu memberatkan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada bahan-bahan ini.

Sebagai kebutuhan pokok utama, harga beras dari berbagai kualitas juga tak luput dari tren kenaikan. Beras kualitas bawah I melonjak 4,86 persen menjadi Rp15.100 per kilogram, sementara kualitas bawah II naik 1,04 persen menjadi Rp14.600 per kilogram. Untuk segmen menengah, beras kualitas medium I terkerek 3,13 persen ke Rp16.450 per kilogram, dan medium II meroket 5,4 persen mencapai Rp16.600 per kilogram. Bahkan, beras kualitas super II pun ikut naik tipis 0,3 persen, bertengger di Rp16.750 per kilogram. Situasi ini tentu menjadi sorotan serius mengingat beras adalah makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia.
Dari sektor bumbu pedas, cabai merah besar menunjukkan lonjakan 1,66 persen, mencapai Rp49.000 per kilogram. Lebih signifikan, cabai merah keriting merangkak naik 7,01 persen, menembus angka Rp55.750 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi kualitas II juga terpantau naik tipis 0,69 persen, kini berada di level Rp138.150 per kilogram.
Dua komoditas vital lainnya, gula dan minyak goreng, juga tak luput dari tekanan harga. Gula pasir premium mengalami lonjakan paling drastis, yakni 12,59 persen, kini dibanderol Rp22.350 per kilogram. Gula pasir lokal juga naik 3,79 persen menjadi Rp19.150 per kilogram. Di sisi minyak goreng, harga curah naik 2,37 persen menjadi Rp19.400 per liter. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek juga mengalami kenaikan, dengan satu jenis naik 4,19 persen menjadi Rp23.600 per liter, dan jenis lainnya naik 3,46 persen menjadi Rp22.400 per liter. Kenaikan ini tentu membebani anggaran belanja rumah tangga yang sudah ketat.
Terakhir, harga telur ayam ras segar juga merangkak naik 4,93 persen, mencapai Rp34.050 per kilogram. Fenomena kenaikan harga pangan di awal Ramadhan ini mengindikasikan perlunya intervensi kebijakan yang lebih efektif dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, demikian laporan yang dihimpun 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar