55tv.co.id – Misteri di balik insiden karamnya sebuah speedboat di perairan Teluk Tomini Gorontalo akhirnya terkuak. Kementerian Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengungkapkan gangguan mesin menjadi pemicu utama sebelum kapal dihantam gelombang tinggi dan cuaca buruk. Beruntung dua belas penumpang berhasil diselamatkan sementara satu awak kapal masih dalam pencarian intensif.

Related Post
Masyhud menjelaskan berdasarkan data awal yang dihimpun di lokasi kejadian kerusakan teknis pada mesin kapal menjadi awal malapetaka. Kondisi tersebut diperparah oleh perubahan cuaca ekstrem di perairan. Saat malam tiba gelombang semakin membesar disertai badai sehingga operasi penyelamatan sempat menghadapi kendala serius.

Hingga Sabtu 25 Juli 2026 pukul 15.00 WITA tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi dua belas individu dalam kondisi selamat. Sebelas di antaranya merupakan warga negara asing WNA. Seluruh korban yang berhasil diselamatkan segera dibawa ke Resort Sanctum di Una-Una untuk penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD Ampana guna pemeriksaan medis lebih lanjut.
Namun nahkoda kapal bernama Ferdiansyah masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran menyeluruh di area sekitar lokasi penemuan korban selamat. Upaya pencarian terus diintensifkan dengan harapan dapat segera menemukan sang nahkoda.
Kapal cepat SB Mister Un yang dioperasikan oleh PT Farmaz Jaya Abadi memulai pelayarannya dari Pelabuhan Una-Una menuju Pelabuhan Marisa Gorontalo pada Jumat 24 Juli pukul 07.30 WITA. Kapal tersebut mengangkut total tiga belas orang terdiri dari sebelas penumpang WNA dan dua orang awak kapal.










Tinggalkan komentar