55 NEWS – Pemerintah Indonesia dan Tiongkok baru saja menorehkan babak baru dalam hubungan bilateral mereka. Empat nota kesepahaman (MoU) strategis di bidang ekonomi resmi diteken di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/5/2025). Langkah ini menandai komitmen kuat kedua negara untuk memperdalam kerja sama ekonomi di berbagai sektor kunci.

Related Post
Kesepakatan pertama, yang ditandatangani oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People’s Bank of China Pan Gongsheng, berfokus pada pengembangan kerangka kerja sama untuk mendorong transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dan memperkuat stabilitas ekonomi kedua negara.

MoU kedua melibatkan Dewan Ekonomi Nasional dan National Development and Reform Commission (NDRC) Tiongkok. Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua NDRC Zheng Shanjie menandatangani kesepakatan yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dalam kebijakan pembangunan ekonomi. Pertukaran informasi dan praktik terbaik diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kedua negara.
Selanjutnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Perdagangan Tiongkok sepakat untuk memperkuat hubungan ekonomi di sektor industri dan rantai pasok. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao menandatangani MoU yang menjanjikan peningkatan investasi dan perdagangan di sektor-sektor strategis.
Terakhir, Airlangga Hartarto dan Wang Wentao juga menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama program Two Countries Twin Parks antara Indonesia dan Provinsi Fujian, Tiongkok. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan kawasan industri terpadu yang akan menarik investasi dan mendorong inovasi di kedua negara.
Keempat kesepakatan ini menandakan era baru dalam hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok. Dengan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak, diharapkan kerja sama ini akan membawa manfaat yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua negara. Dampak positif dari kesepakatan ini diprediksi akan terasa dalam jangka panjang, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekonomi global.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar