55tv.co.id – Sebuah gebrakan besar tengah disiapkan pemerintah Indonesia untuk menggenjot nilai tambah sumber daya mineralnya. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM mengungkap 26 proyek hilirisasi strategis nasional senilai fantastis Rp225 triliun kini dalam tahap pengembangan.

Related Post
Langkah ambisius ini bukan sekadar upaya biasa. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memperdalam hilirisasi mineral sekaligus membangun ekosistem industri yang kokoh di tanah air. Ia menyampaikan hal ini dalam sebuah forum diskusi penting baru-baru ini. Ini menandai pergeseran fundamental dalam kebijakan hilirisasi Indonesia dari sekadar pengolahan bahan mentah menjadi pembangunan ekosistem industri yang lebih terintegrasi dan menyeluruh.

Indonesia diberkahi cadangan mineral kritis yang melimpah. Namun, Tri menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan kekayaan alam ini tidak lagi diukur dari volume penambangan semata. Kunci utamanya adalah kemampuan bangsa ini meningkatkan nilai tambah hingga merambah rantai industri yang lebih tinggi. Pemerintah telah menetapkan 47 mineral sebagai mineral kritis dan 22 lainnya sebagai mineral strategis melalui keputusan menteri ESDM yang relevan.
Potensi luar biasa ini akan membuahkan hasil maksimal jika kita mampu melangkah lebih jauh dalam rantai nilai. Sebagai contoh, industri nikel dapat dikembangkan secara bertahap mulai dari bijih mentah, diolah menjadi nikel sulfat, kemudian prekursor, katoda, hingga akhirnya menjadi sel baterai. Semakin panjang proses pengolahan, semakin besar pula nilai ekonomi yang dapat dipetik oleh negara dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.










Tinggalkan komentar