55 NEWS – PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisinya di pasar energi masa depan. Perusahaan energi ini berencana untuk terjun ke bisnis energi baru dan terbarukan (EBT), sebuah langkah yang diyakini akan mendorong keberlanjutan bisnis dan menarik minat investor global.

Related Post
Presiden Direktur IATA, Suryo Eko Hadianto, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil untuk memastikan perusahaan tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya energi bersih. "Agar lebih berkelanjutan dan diterima pasar, serta mempermudah pendanaan, kita harus masuk ke energi terbarukan dan energi hijau," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (24/6/2025).

IATA melihat potensi besar dalam pengembangan EBT, terutama dengan aset lahan bekas tambang yang luas di Kalimantan Timur. Suryo menjelaskan bahwa lahan seluas 800 hektare tersebut sangat potensial untuk dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dengan potensi 1 megawatt (MW) per hektare, lahan ini bisa menjadi sumber energi bersih yang signifikan.
Lebih lanjut, Suryo mengungkapkan bahwa IATA akan segera mengundang investor dari China untuk menjajaki peluang kerjasama dalam pengembangan energi terbarukan ini. "Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan mengundang investor dari China untuk bersama-sama mendiskusikan pengembangan energi terbarukan," katanya. Langkah ini menunjukkan keseriusan IATA dalam mewujudkan ambisi energi hijaunya dan membuka peluang investasi yang menarik bagi pihak asing.
Langkah IATA ini sejalan dengan tren global menuju energi bersih dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan aset yang ada dan menjalin kemitraan strategis, IATA berpotensi menjadi pemain kunci dalam transisi energi di Indonesia.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar