55tv.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan strategi pemerintah dalam merealisasikan proyek ambisius Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp). Inisiatif yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto ini awalnya akan mengutamakan peran serta investor swasta.

Related Post
Namun, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skenario cadangan. Jika respons dari Independent Power Producer (IPP) atau pihak swasta kurang antusias, atau tawaran harga listrik yang diajukan tidak kompetitif, maka Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara siap mengambil alih pengerjaan proyek raksasa ini. Pemerintah tidak akan membiarkan inisiatif strategis ini mandek hanya karena kendala tersebut.

"Apabila penawaran harga bersaing, kami akan serahkan kepada IPP. Namun, jika tidak kompetitif atau tidak ada yang berminat, pemerintah melalui Danantara akan mengambil alih, dengan pembiayaan yang efisien, efektif, dan terjangkau sesuai arahan Bapak Presiden," ujar Bahlil. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara peluncuran dan groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Bali pada Selasa 25 Agustus 2026.
Skema ini dirancang untuk memastikan program pembangunan PLTS 100 GWp dapat dieksekusi secara masif dan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan pelaksanaan program ini berlangsung secara berjenjang dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.








Tinggalkan komentar