55tv.co.id – Pasar fisik emas digital di Indonesia mencatat lonjakan luar biasa pada semester pertama 2026. Nilai transaksi yang dibukukan melalui Indonesia Commodity & Derivatives Exchange ICDX atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia BKDI meroket hingga Rp1727 triliun. Angka fantastis ini menunjukkan peningkatan sebesar 601 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp246 triliun.

Related Post
Tak hanya nilai transaksinya volume perdagangan emas digital juga mengalami pertumbuhan signifikan. Sepanjang paruh pertama 2026 tercatat volume transaksi mencapai 66372367 gram. Capaian ini melonjak 338 persen dari 15149074 gram yang tercatat pada semester I 2025.

Menurut Ketua Persatuan Pedagang Emas Digital Indonesia PPEDI Anang Samsudin pertumbuhan pesat ini didorong oleh dua faktor utama. Pertama adalah meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai investasi emas digital. Kedua adalah gejolak harga emas yang cukup tinggi di pasar global.
Anang menjelaskan bahwa kondisi ini menjadikan emas digital sebagai alternatif menarik bagi para investor untuk melakukan penganekaragaman portofolio aset mereka. Selain itu emas digital juga dipilih sebagai bagian dari strategi perencanaan keuangan jangka panjang. Sebagai asosiasi Anang menegaskan PPEDI terus berkomitmen memfasilitasi anggotanya dalam mengedukasi masyarakat serta bersinergi dengan berbagai pihak guna memperluas ekosistem pasar emas digital di Tanah Air.
Aspek keamanan dana dan kepemilikan nasabah menjadi landasan utama bagi PPEDI dalam mengembangkan industri ini. Anang menekankan bahwa proteksi dan jaminan bagi investor adalah prioritas tertinggi. Pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memastikan seluruh transaksi nasabah aman. Ini termasuk menjamin keberadaan aset fisik emas dengan perbandingan satu banding satu sebagai dasar kepemilikan emas digital oleh investor.










Tinggalkan komentar