Ultimatum Menkeu Purbaya untuk Blok Masela: Harga Gas Wajib ‘Miring’ atau Industri Nasional Terancam! Inpex Terpojok dalam Rapat Krusial, Ada Apa di Balik Tekanan Ini?

Ultimatum Menkeu Purbaya untuk Blok Masela: Harga Gas Wajib 'Miring' atau Industri Nasional Terancam! Inpex Terpojok dalam Rapat Krusial, Ada Apa di Balik Tekanan Ini?

55 NEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyoroti urgensi penetapan skema harga gas yang kompetitif dari proyek strategis nasional Blok Masela. Penekanan ini bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh visi untuk memperkuat daya saing industri domestik yang selama ini terbebani oleh tingginya biaya energi. Purbaya menekankan bahwa harga gas yang wajar tidak hanya krusial untuk bersaing di pasar global, tetapi juga sebagai motor penggerak vital bagi sektor industri dalam negeri.

COLLABMEDIANET

Purbaya secara terang-terangan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap realitas harga gas saat ini yang melampaui USD 12 per MMBTU, sebuah level yang dinilai memberatkan para pelaku usaha di dalam negeri. "Saya ini melihat, pengusaha kita membeli gas dengan harga mahal, sekarang lebih dari 12 dolar. Sementara ada potensi produksi besar ke depan," ujarnya usai memimpin Sidang Debottlenecking Investasi, sebagaimana dilaporkan oleh 55tv.co.id. Kondisi ini, menurutnya, menciptakan disinsentif bagi pertumbuhan industri nasional.

Ultimatum Menkeu Purbaya untuk Blok Masela: Harga Gas Wajib 'Miring' atau Industri Nasional Terancam! Inpex Terpojok dalam Rapat Krusial, Ada Apa di Balik Tekanan Ini?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk itu, Purbaya secara spesifik mendesak agar besarnya potensi produksi gas dari Lapangan Abadi Masela dapat dialokasikan untuk memberikan nilai tambah signifikan bagi penguatan struktur industri nasional. Kuncinya, melalui penetapan harga yang lebih terjangkau. "Bisakah ini digunakan untuk mendukung industri dalam negeri dengan harga yang lebih murah? Nanti kita pikirkan itu," tegasnya, mengindikasikan adanya kajian mendalam terkait skema harga yang optimal.

Dalam kesempatan rapat koordinasi tersebut, Purbaya juga langsung mempertanyakan ambang batas harga yang dianggap layak oleh Inpex agar fasilitas produksi tetap menguntungkan secara bisnis, namun pada saat bersamaan tetap kompetitif bagi pasar. "Berapa harga pasar yang layak bagi kalian untuk mengoperasikan fasilitas ini secara menguntungkan?" tanyanya kepada manajemen Inpex, menyoroti aspek keekonomian proyek gas jumbo Blok Masela yang digarap oleh Inpex Corporation Ltd. Pertanyaan ini diajukan dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela yang dipimpinnya di Kementerian Keuangan.

Menanggapi pertanyaan krusial dari Menteri Keuangan, Project Director Inpex Masela, Harrad Blinco, mengakui bahwa memperkirakan kisaran harga keekonomian adalah tantangan besar. Hal ini disebabkan oleh biaya investasi pembangunan kilang LNG yang terus membengkak setiap tahunnya. Sebagai informasi, Blok Masela merupakan proyek strategis dengan nilai investasi mencapai USD 21 miliar (sekitar Rp 352 triliun). Proyek ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi 9,5 juta metrik ton LNG per tahun (MMTPA) dan 150 MMSCFD gas pipa, dengan potensi cadangan fantastis mencapai 6,97 triliun kaki kubik (TCF) yang terhampar di Laut Arafura.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar