55tv.co.id – Senyum lega terpancar dari wajah warga Medan. Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara, terutama Kota Medan, kini dipastikan kembali normal. Kelancaran penyaluran energi vital ini merupakan hasil penugasan dari PT Pertamina Patra Niaga, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa hambatan.

Related Post
Sebelumnya, lonjakan signifikan pada konsumsi BBM sempat memicu kekhawatiran di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini seiring dengan pulihnya rutinitas harian, mulai dari kegiatan pendidikan hingga perkantoran. Menanggapi kondisi tersebut, PT Elnusa Petrofin (EPN), entitas anak dari Elnusa Tbk, segera mengambil langkah strategis. Mereka memperkuat infrastruktur distribusi melalui penambahan armada, peningkatan jumlah personel operasional, serta optimalisasi sistem pengendalian distribusi secara real-time.

Untuk menggenjot kecepatan penyaluran, perusahaan menambah armada operasional secara signifikan. Melalui skema spot charter, jumlah mobil tangki yang siap beroperasi melonjak menjadi 176 unit. Angka ini mencakup unit-unit tambahan yang didatangkan dari Jakarta dan area lain, secara bertahap memperkuat daya angkut di seluruh penjuru Sumatera Utara. Tak hanya itu, dari sisi sumber daya manusia, Elnusa Petrofin merekrut 41 Awak Mobil Tangki (AMT) baru dari berbagai daerah operasional. Dukungan personel TNI sebagai pengemudi bantuan juga turut memperkuat tim, sehingga total AMT kini mencapai 711 orang. Langkah ini krusial untuk menjamin distribusi BBM berjalan aman, lancar, dan tepat waktu di tengah tingginya permintaan publik.
Optimalisasi penyaluran juga dilakukan melalui pemantauan armada secara real-time oleh tim Road Traffic Control (RTC) serta seluruh jajaran operasional, baik di lapangan maupun di pusat komando. Pengawasan ketat ini berfokus pada pengendalian Round Trip Hour (RTH) mobil tangki, demi memastikan perputaran armada semakin gesit dan efisien. Dengan demikian, kapasitas penyaluran BBM dapat terus ditingkatkan secara maksimal. Selain itu, penanganan cepat terhadap armada yang mengalami kendala juga menjadi prioritas. Perusahaan memperkuat dukungan teknis, menambah mekanik dari ATPM, menjamin ketersediaan suku cadang, serta menyiapkan stok ban siap pakai. Semua ini demi mempercepat proses perbaikan dan meminimalkan downtime armada.










Tinggalkan komentar