Terkuak! Laba Amman Mineral (AMMN) Merosot Tajam di 2025, Bukan Sinyal Buruk Tapi Awal Era Baru Industri Logam Nasional?

COLLABMEDIANET

55 NEWS – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), salah satu pemain kunci di sektor pertambangan tembaga dan emas nasional, melaporkan perolehan laba bersih sebesar USD 258 juta, atau setara Rp 4,3 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.899 per USD), sepanjang tahun buku 2025. Angka ini menandai penurunan signifikan sekitar 60% dibandingkan laba tahun 2024 yang mencapai USD 642 juta, sebuah dinamika yang mencerminkan fase transisi krusial bagi raksasa pertambangan tersebut di tengah kebijakan hilirisasi pemerintah.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Koreksi kinerja laba bersih ini sejalan dengan realisasi penjualan bersih yang lebih rendah, yakni USD 1,84 miliar pada tahun 2025, turun dari USD 2,66 miliar pada tahun sebelumnya. Faktor utama di balik penurunan ini adalah perubahan regulasi yang mulai berlaku pada tahun 2025, di mana Perseroan hanya diizinkan untuk menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, bukan lagi dalam bentuk konsentrat seperti yang dilakukan pada tahun 2024. Kebijakan ini mendorong AMMN untuk mempercepat proses ramp-up fasilitas peleburan (smelter) dan pemurniannya.

Meskipun demikian, pada 31 Oktober 2025, 55tv.co.id mencatat bahwa Amman berhasil memperoleh izin ekspor konsentrat sementara yang berlaku selama enam bulan, memberikan sedikit kelonggaran di tengah transisi besar ini. Penjualan tersebut terdiri dari USD 806 juta dari katoda tembaga, yang produksinya baru dimulai pada kuartal II. Emas murni, yang produksi perdananya dimulai pada kuartal III, menyumbang USD 454 juta. Sementara itu, penjualan konsentrat yang dilakukan pada kuartal IV berkontribusi sebesar USD 587 juta.

Kinerja penjualan Perseroan terkonsentrasi kuat pada paruh kedua tahun tersebut, dengan kuartal IV menyumbang sekitar 70% dari total penjualan bersih 2025. Hal ini didorong oleh stabilnya operasi peleburan dan pemurnian serta penjualan konsentrat yang diizinkan sementara, menunjukkan potensi pemulihan dan optimalisasi kapasitas di akhir tahun.

Direktur Utama Amman Mineral Internasional, Arief Sidarto, menjelaskan bahwa "Kinerja keuangan tahun 2025 secara langsung mencerminkan dampak larangan ekspor konsentrat di awal tahun serta proses ramp-up smelter yang intensif." Pernyataan ini, seperti dikutip oleh 55tv.co.id, menegaskan bahwa penurunan laba bukanlah indikasi fundamental yang melemah, melainkan konsekuensi dari adaptasi terhadap kebijakan hilirisasi dan investasi besar dalam infrastruktur pengolahan. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah produk pertambangan di dalam negeri.

Meskipun menghadapi tantangan signifikan di tahun 2025, langkah-langkah strategis AMMN untuk beralih ke produk hilir menunjukkan komitmen terhadap nilai tambah dan ketahanan jangka panjang industri logam nasional. Periode ini dapat dilihat sebagai fondasi penting bagi Perseroan untuk mengoptimalkan kapasitas produksi logam jadi di masa mendatang, seiring dengan beroperasinya smelter secara penuh dan stabil, membuka babak baru bagi kontribusi AMMN terhadap perekonomian Indonesia.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar