55 NEWS – Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Sosial (Kemensos)! Sebanyak 1,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus bersiap gigit jari. Pasalnya, mereka dipastikan tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada triwulan kedua tahun 2025 ini. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa keputusan pahit ini diambil setelah Kemensos bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan verifikasi ulang dan ground check terhadap Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSE).

Related Post
Hasil ground-checking yang dilakukan bersama BPS menemukan adanya 1,9 juta data yang terindikasi inclusion errors atau exclusion errors. Inclusion errors merujuk pada penerima yang seharusnya tidak berhak menerima bansos, namun selama ini tetap menerima. Sementara exclusion errors adalah mereka yang seharusnya berhak, namun justru tidak terdata sebagai penerima.

"Dari hasil ground-checking, ada 1,9 juta lebih data yang disebut inclusion errors. Mereka semestinya tidak dapat (bantuan), tapi selama ini dapat bantuan. Ada juga exclusion errors, yang mestinya dapat tapi tidak dapat," jelas Gus Ipul dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/6/2025).
Gus Ipul menegaskan bahwa proses ground-checking DTSE ini bertujuan untuk memastikan bansos benar-benar tepat sasaran. Pemerintah berkomitmen untuk memutakhirkan DTSE secara berkala setiap tiga bulan, demi meminimalisir kesalahan pendataan dan memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Lebih lanjut, Gus Ipul merinci bahwa dari 1,9 juta KPM yang dicoret dari daftar penerima bansos triwulan II 2025, sebanyak 616.367 KPM merupakan penerima PKH, sementara 1.286.066 KPM lainnya adalah penerima BPNT. Dampak dari pencoretan ini tentu akan dirasakan oleh jutaan masyarakat yang selama ini mengandalkan bansos untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi alternatif dan memastikan tidak ada masyarakat yang terjerumus dalam kemiskinan akibat kebijakan ini. 55tv.co.id akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi terkini kepada Anda.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar