
Artikel Berita:

Related Post
55 NEWS – Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan pergerakan sejumlah saham yang mengalami penurunan signifikan sepanjang periode 28 Juli hingga 2 Agustus 2025. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, beberapa emiten mengalami koreksi harga yang cukup dalam, memicu kewaspadaan di kalangan investor.
Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menjadi sorotan utama sebagai top loser dengan penurunan tajam mencapai 32,27%. Harga saham SMMA merosot ke level Rp15.375 per lembar, dari posisi sebelumnya Rp22.700. Penurunan ini tentu menjadi pukulan telak bagi para pemegang saham SMMA.
Di urutan kedua, terdapat saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) yang terkoreksi sebesar 28,64%, berakhir di harga Rp147. Kemudian, saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) juga mengalami penurunan signifikan sebesar 17,34%, menjadi Rp410 per saham.
Selain ketiga saham tersebut, beberapa emiten lain juga masuk dalam daftar top losers pekan ini. Saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) turun 16,67% menjadi Rp220, saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) terkoreksi 16,29% ke harga Rp1.465, dan saham PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) tergelincir 15,73% ke posisi Rp750.
Tidak ketinggalan, saham PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) juga mengalami pelemahan sebesar 15,27% ke harga Rp111. Serta saham PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) menyusut 14,20 persen ke harga Rp302.
Kondisi ini terjadi di tengah koreksi tipis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,08% ke level 7.537,76 pada periode yang sama. Para analis pasar tengah mengkaji faktor-faktor yang memicu penurunan harga saham-saham tersebut, termasuk sentimen pasar, kinerja perusahaan, dan kondisi ekonomi global. Investor disarankan untuk berhati-hati dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Informasi lebih lanjut mengenai pergerakan saham dan kondisi pasar dapat diakses melalui 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar