Jantung Ekonomi Dunia Berdebar: Wall Street Terpukul, Semua Mata Tertuju pada Calon Pimpinan The Fed dan Deretan Data Krusial!

Jantung Ekonomi Dunia Berdebar: Wall Street Terpukul, Semua Mata Tertuju pada Calon Pimpinan The Fed dan Deretan Data Krusial!

55 NEWS – Perdagangan saham di bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, mengakhiri sesi Senin waktu setempat dengan pelemahan signifikan. Para pelaku pasar kini bersiap menyambut rilis serangkaian data ekonomi makro yang krusial sepanjang pekan ini, yang diperkirakan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai prospek ekonomi global. Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan terkait kandidat pimpinan Federal Reserve (The Fed) serta setiap pernyataan dari para pembuat kebijakan moneter, demi mencari petunjuk mengenai potensi arah suku bunga acuan di masa mendatang.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan laporan yang dihimpun pada Selasa (16/12/2025), indeks Dow Jones Industrial Average tercatat terkoreksi 41,49 poin atau 0,09 persen, menutup perdagangan di level 48.416,56. Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 10,90 poin atau 0,16 persen, berakhir pada 6.816,51. Indeks komposit Nasdaq, yang didominasi saham teknologi, mengalami penurunan paling tajam, anjlok 137,76 poin atau 0,59 persen, menutup sesi di 23.057,41.

Jantung Ekonomi Dunia Berdebar: Wall Street Terpukul, Semua Mata Tertuju pada Calon Pimpinan The Fed dan Deretan Data Krusial!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Meski ketiga indeks utama mencatat koreksi, menariknya, delapan dari sebelas sektor utama dalam indeks S&P 500 justru berhasil membukukan kenaikan. Sektor kesehatan (healthcare) memimpin penguatan dengan lonjakan 1,3 persen, menunjukkan ketahanan di tengah sentimen pasar yang lesu. Sebaliknya, sektor teknologi informasi (information technology) menjadi penekan utama, merosot 1 persen. Penurunan sektor ini terutama dipicu oleh anjloknya saham ServiceNow (NOW.N) sebesar 11,5 persen. Pelemahan tersebut terjadi setelah beredarnya laporan bahwa perusahaan tengah dalam negosiasi lanjutan untuk mengakuisisi startup Armis, sebuah berita yang tampaknya kurang disambut positif oleh pasar.

Fokus utama pasar pada pekan ini akan tertuju pada serangkaian data ekonomi vital yang akan dirilis. Ini termasuk angka nonfarm payrolls (jumlah karyawan non-pertanian) untuk bulan Oktober dan November, yang akan diumumkan secara bersamaan menyusul penundaan data Oktober akibat penutupan pemerintahan sebelumnya. Selain itu, laporan penjualan ritel, aktivitas bisnis, dan data inflasi juga akan menjadi sorotan tajam, karena akan memberikan petunjuk krusial bagi arah kebijakan moneter The Fed.

Menurut Carol Schleif, Chief Investment Officer di BMO Family Office, pasar saat ini menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi sektor pendorong pertumbuhan baru. Hal ini terjadi karena kehati-hatian investor untuk tidak terlalu banyak menempatkan modal di sektor kecerdasan buatan (AI) serta minimnya data ekonomi segar yang dapat menjadi panduan. "Para investor akan sedikit menahan napas sebelum angka pekerjaan minggu ini dirilis, untuk melihat apakah data tersebut akan mendukung lebih banyak pemotongan suku bunga atau tidak," ujar Schleif, menyoroti kegelisahan pasar.

Pelemahan yang terjadi pada awal pekan ini melanjutkan sentimen negatif dari Jumat lalu, di mana S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan harian terburuk dalam lebih dari tiga minggu. Kekhawatiran akan inflasi yang persisten dan investasi di sektor AI yang didanai utang menjadi pemicu utama kegelisahan investor, menciptakan iklim ketidakpastian yang masih membayangi pasar global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar