Terbongkar! Kemenkeu Blak-blakan, 3 ‘Hantu Krisis’ Global Ini Ternyata Tak Berdaya di Hadapan Ekonomi Indonesia: Benarkah Kita Kebal Badai?

55 NEWS – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara lugas menepis berbagai spekulasi dan analisis yang mengemuka di ruang publik, menegaskan bahwa hingga detik ini, tidak ada satu pun indikator fundamental yang mengarah pada potensi krisis ekonomi di Indonesia. Penegasan ini sekaligus membantah perbandingan yang kerap muncul, menyamakan gejolak pasar saat ini dengan episode kelam krisis ekonomi 1998 yang pernah melanda negeri.

COLLABMEDIANET

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, dalam sebuah kesempatan di Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah, Jakarta, Senin (25/5/2026), menjelaskan secara ilmiah bahwa secara historis, keruntuhan perekonomian sebuah negara di belahan dunia mana pun selalu dipicu oleh tiga pilar utama: krisis fiskal, krisis neraca pembayaran, dan krisis sistem keuangan. Hasil evaluasi mendalam yang dilakukan Kemenkeu menunjukkan bahwa ketiga "hantu krisis" tersebut sama sekali tidak terdeteksi dalam struktur ekonomi nasional saat ini.

Terbongkar! Kemenkeu Blak-blakan, 3 'Hantu Krisis' Global Ini Ternyata Tak Berdaya di Hadapan Ekonomi Indonesia: Benarkah Kita Kebal Badai?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kalau melihat angka-angka tadi, jauh dari situasi krisis," tegas Juda, sebagaimana dikutip dari 55tv.co.id. Pernyataan ini menjadi penenang di tengah riuhnya kekhawatiran global.

Juda Agung lebih lanjut membedah pemicu krisis kedua, yakni kerapuhan pada pos neraca pembayaran. Ia mengingatkan, pada periode 1997-1998, penumpukan utang swasta jangka pendek tanpa pelindung nilai (hedging) menjadi stimulus kehancuran Asia. Penarikan modal asing secara mendadak (sudden stop) kala itu memicu kebangkrutan massal. Namun, kondisi serupa dipastikan tidak terjadi saat ini. Arsitektur neraca pembayaran Indonesia tergolong kokoh dan didukung oleh bantalan cadangan devisa yang tebal.

"Dan saat ini kalau kita lihat angka-angka neraca pembayaran kita relatif sehat dan relatif balanced. Jadi krisis neraca pembayaran tidak ada tanda-tanda itu," pungkas Juda, dikutip dari 55tv.co.id. Dengan demikian, penegasan dari Kemenkeu ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif dan menenangkan pasar serta masyarakat. Indikator-indikator makroekonomi yang solid, ditambah dengan pengelolaan fiskal yang prudent dan sistem keuangan yang resilien, menjadi fondasi yang kuat bagi Indonesia untuk menghadapi dinamika ekonomi global tanpa terjerumus ke dalam jurang krisis yang dikhawatirkan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar