55 NEWS – Guna memastikan kenyamanan dan keadilan bagi konsumen selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Pertamina Patra Niaga bersama Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) secara intensif melakukan inspeksi mendalam terhadap fasilitas layanan dan alat ukur Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kunjungan ini, salah satunya di Rest Area KM 57, difokuskan pada uji tera alat ukur BBM dan pengecekan kesiapan Serambi MyPertamina, sebagai bagian dari komitmen menjaga integritas transaksi energi dan melindungi hak-hak konsumen.

Related Post
Ketua YLKI, Niti Emiliana, menyambut baik langkah proaktif yang diambil Pertamina Patra Niaga. Menurutnya, inisiatif ini merefleksikan tanggung jawab korporasi dalam menjamin konsumen menerima produk sesuai standar, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. "Melihat dinamika kebutuhan konsumen yang semakin beragam, Pertamina secara konsisten menghadirkan inovasi untuk menunjang kenyamanan, keamanan berkendara, serta kemudahan akses terhadap produk dan layanan energi," ungkap Niti dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan komitmen perusahaan dengan mengoperasikan Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru hingga 11 Januari 2026. Satgas ini, dengan semangat "Melayani Sepenuh Hati," bertugas krusial memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM, LPG, serta Avtur di tengah lonjakan mobilitas masyarakat. "Selama periode Nataru, Satgas kami beroperasi 24 jam penuh, termasuk di hari libur dan pergantian tahun, demi menjamin masyarakat merasa aman, nyaman, dan selalu ditemani dalam setiap perjalanan liburannya," ujar Mars Ega.
Langkah strategis ini diperkuat dengan kesiapan 1.866 SPBU yang beroperasi 24 jam nonstop di seluruh Indonesia, menunjukkan skala operasi yang masif untuk mengantisipasi kebutuhan energi masyarakat. Uji tera alat ukur BBM yang dilakukan secara berkala dan mendadak ini bukan sekadar formalitas, melainkan investasi dalam kepercayaan konsumen. Di tengah potensi peningkatan transaksi, akurasi takaran menjadi krusial untuk mencegah kerugian finansial bagi masyarakat dan menjaga integritas pasar. Ini adalah fondasi ekonomi yang adil bagi setiap liter BBM yang dibeli, memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan konsumen mendapatkan nilai yang setara.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar