55 NEWS – Para peternak ayam di berbagai daerah menjerit akibat harga day old chick (DOC) yang masih melambung tinggi. Kondisi ini memicu respons cepat dari pemerintah pusat, yang berencana membangun 12 pabrik pakan dan DOC di tahun 2026 sebagai solusi jangka panjang untuk menstabilkan harga.

Related Post
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, telah ada kesepakatan harga DOC di level Rp11.000 di tingkat produsen dan Rp12.000 di tingkat hilir. Namun, implementasi di lapangan tidak sesuai harapan.

"Saya sudah minta minggu lalu harganya Rp11 ribu di produsen, clear. Dan di ujung Rp12 ribu. Tapi apa yang terjadi? Harga tidak berubah. Peternak kecil berteriak," ujar Amran dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Amran menambahkan, harga DOC sempat mencapai Rp14.000 per ekor pada bulan sebelumnya, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp9.000. Pemerintah kemudian menetapkan harga Rp11.000 sebagai solusi yang diharapkan dapat menguntungkan semua pihak.
"Tapi tahu apa yang terjadi? Tidak ada perubahan. Lalu siapa yang disalahkan? Pemerintah kan? Padahal pelakunya mereka. Pemerintah yang disalahkan, padahal mereka yang berbuat. Inilah yang mau kita perbaiki," tegas Amran.
Sebagai langkah konkret, pemerintah akan terjun langsung ke sektor produksi dengan membangun pabrik pakan dan DOC milik negara. Lokasi pabrik-pabrik ini akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memutus rantai masalah harga DOC dan memberikan kepastian bagi para peternak. Informasi ini dikutip dari 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar