Menguak Inovasi Ekonomi Prabowo di Jantung Menteng: 52 Rumah Percontohan, Rp5 Miliar Dana CSR Siap Ubah Wajah UMKM dan Lingkungan!

Menguak Inovasi Ekonomi Prabowo di Jantung Menteng: 52 Rumah Percontohan, Rp5 Miliar Dana CSR Siap Ubah Wajah UMKM dan Lingkungan!

55 NEWS – Sebuah inisiatif strategis yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk merevitalisasi kawasan permukiman padat resmi diluncurkan. Program ‘gentengisasi’ ini menjadikan 52 unit rumah di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, sebagai proyek percontohan, menandai langkah awal dalam upaya komprehensif untuk meningkatkan kualitas hunian sekaligus memacu denyut perekonomian lokal.

COLLABMEDIANET

Sri Haryati, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), menjelaskan detail program ini. "Insyaallah nanti ada 52 rumah yang direnovasi menjadi layak huni. Dari jumlah itu, 23 rumah milik pelaku UMKM yang rumahnya diperbaiki, dan 10 UMKM lain juga akan kami bina untuk pembiayaan," ungkap Sri Haryati dalam keterangan resminya, Kamis (26/2/2026), yang diterima 55tv.co.id. Ia menambahkan, seluruh pembiayaan renovasi rumah dan penataan lorong akan ditanggung melalui skema dana CSR dengan semangat gotong royong.

Menguak Inovasi Ekonomi Prabowo di Jantung Menteng: 52 Rumah Percontohan, Rp5 Miliar Dana CSR Siap Ubah Wajah UMKM dan Lingkungan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Inisiatif ‘gentengisasi’ ini bukan sekadar upaya perbaikan fisik semata. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai tahapan mula dalam rangka mengentaskan isu rumah tak layak huni, mengoptimalkan fasilitas sanitasi publik, sekaligus mendongkrak denyut perekonomian masyarakat sekitar melalui pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan.

Terwujudnya proyek penataan di Menteng Tenggulun ini, menurut Sri Haryati, merupakan buah dari sinergi lintas sektor yang kuat. Kolaborasi apik terjalin antara Kementerian PKP, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kalangan perbankan, pengelola dana CSR, hingga Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, menunjukkan komitmen bersama dalam pembangunan berkelanjutan.

Mengenai aspek finansial, Sri Haryati menjelaskan bahwa total anggaran yang dibutuhkan untuk menyukseskan agenda ambisius ini masih dalam tahap kalkulasi final. Namun, perkiraan awal menyentuh angka Rp5 miliar, yang seluruhnya akan ditarik dari alokasi dana CSR. Proses pengerjaan fisik proyek ini diagendakan akan bergulir pasca-Lebaran tahun 2026 dan diproyeksikan rampung secara bertahap pada rentang bulan Juni hingga Juli 2026.

"Konsepnya tidak hanya memperbaiki rumah, tapi juga membangun semangat gotong royong antarwarga, pemerintah, dan dunia usaha. Kami ingin Menteng Tenggulun menjadi contoh bagaimana kawasan padat bisa bertransformasi menjadi lingkungan yang sehat, tertib, dan berdaya ekonomi," tegas Sri Haryati, menggarisbawahi visi jangka panjang program ini.

Lebih jauh, Sri Haryati menambahkan bahwa pembenahan ini tidak sekadar menyasar aspek fisik rumah warga. Program ini juga turut memugarkan akses gang-gang sempit dan merintis destinasi wisata kuliner yang sepenuhnya akan digerakkan oleh UMKM setempat. Dengan demikian, Menteng Tenggulun, yang selama ini sering diidentikkan sebagai permukiman padat di jantung kawasan elit Menteng, bakal dicanangkan sebagai model percontohan nasional untuk pengembangan permukiman yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar