55 NEWS – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI menunjukkan performa cemerlang dengan membukukan total penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp1.521 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menandai pertumbuhan signifikan sebesar 12,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sebuah pencapaian yang jauh melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang hanya berada di kisaran 9,6 persen.

Related Post
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers mengenai kinerja keuangan Triwulan IV 2025 di Jakarta pada Kamis (26/2/2026), menegaskan bahwa lonjakan kredit dua digit ini tetap diiringi dengan prinsip penyaluran yang pruden dan pertumbuhan yang sehat. Hal ini menunjukkan komitmen BRI dalam menjaga kualitas aset di tengah agresivitas ekspansi.

Menjelaskan lebih lanjut, Direktur Treasury and International Banking BRI, Farida Thamrin, mengungkapkan bahwa segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi pilar utama pendorong pertumbuhan pembiayaan perseroan. Ini sekaligus menegaskan peran strategis BRI dalam mendukung sektor-sektor produktif dan program pemberdayaan ekonomi yang digalakkan pemerintah.
Hingga penghujung tahun lalu, BRI berhasil mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp170 triliun, menjangkau lebih dari 3,8 juta debitur. Farida menambahkan, komposisi kredit UMKM secara konsisten mendominasi struktur portofolio kredit BRI, mencerminkan fokus bank pada segmen vital ini.
Meskipun gencar dalam ekspansi, BRI juga sukses memperbaiki kualitas profil risiko asetnya. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat stabil di angka 3,07 persen. Lebih menggembirakan lagi, rasio kredit yang berisiko (Loan at Risk/LAR) menunjukkan penurunan substansial menjadi 9,6 persen, dari sebelumnya 10,7 persen. Indikator ini menggarisbawahi manajemen risiko yang efektif dan perbaikan kualitas portofolio BRI, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan sehat.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar