Guncangan Ekonomi Awal Maret! Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non-Subsidi, Pertamax Tembus Rp12.300! Cek Dampak dan Rincian Lengkapnya di Sini!

Guncangan Ekonomi Awal Maret! Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non-Subsidi, Pertamax Tembus Rp12.300! Cek Dampak dan Rincian Lengkapnya di Sini!

55 NEWS – PT Pertamina (Persero) secara resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per Minggu, 1 Maret 2026. Kebijakan ini sontak memicu perhatian publik, khususnya para pengguna kendaraan bermotor, seiring dengan kenaikan signifikan pada beberapa jenis BBM premium. Langkah ini disebut-sebut sebagai respons terhadap dinamika pasar minyak mentah global dan fluktuasi nilai tukar mata uang, yang berpotensi memberikan implikasi ekonomi di awal kuartal pertama tahun ini.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data yang dihimpun 55tv.co.id, harga BBM jenis Pertamax kini dibanderol Rp12.300 per liter, melonjak dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp11.800 per liter. Tak hanya itu, Pertamax Turbo, varian BBM dengan oktan lebih tinggi, juga mengalami kenaikan, kini mencapai Rp13.100 per liter dari sebelumnya Rp12.700 per liter. Penyesuaian harga ini berlaku di seluruh wilayah operasional Pertamina.

Guncangan Ekonomi Awal Maret! Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non-Subsidi, Pertamax Tembus Rp12.300! Cek Dampak dan Rincian Lengkapnya di Sini!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Jenis BBM non-subsidi lainnya juga turut mengalami penyesuaian harga yang cukup substansial. Pertamax Green, misalnya, kini ditetapkan seharga Rp12.900 per liter. Sementara itu, Dexlite menyusul dengan harga Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex menjadi yang termahal di kategori ini dengan Rp14.500 per liter. Kenaikan ini secara langsung akan memengaruhi anggaran operasional bagi sektor industri dan transportasi yang bergantung pada jenis BBM tersebut.

Di tengah gelombang kenaikan harga BBM non-subsidi ini, PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi stabil di angka Rp6.800 per liter. Kebijakan ini, yang diumumkan melalui laman resmi Pertamina, Jakarta, Minggu (1/3/2026), mengindikasikan upaya perusahaan untuk menyeimbangkan dinamika pasar global dengan daya beli masyarakat, khususnya untuk segmen yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi.

Para analis ekonomi dari 55tv.co.id mencermati bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi ini diprediksi akan memiliki implikasi ekonomi yang beragam. Meskipun tidak secara langsung memengaruhi sektor transportasi publik yang banyak menggunakan BBM bersubsidi, peningkatan biaya operasional bagi kendaraan pribadi dan logistik yang menggunakan BBM non-subsidi berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa lainnya. Hal ini dapat menguji ketahanan daya beli masyarakat dan berpotensi memicu inflasi, terutama di sektor-sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap distribusi logistik. Pemerintah dan Pertamina diharapkan terus memantau pergerakan harga minyak dunia untuk memastikan stabilitas energi nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar