55 NEWS – Konsorsium investasi yang terdiri dari Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA) secara resmi menanamkan modal signifikan senilai USD 200 juta, setara dengan sekitar Rp3,37 triliun, dalam proyek strategis Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik Chandra Asri Group. Penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) ini menandai babak baru dalam upaya penguatan industri petrokimia domestik, yang berlokasi di Cilegon, Banten. Total nilai proyek ambisius ini diperkirakan mencapai USD 800 juta atau sekitar Rp13,5 triliun.

Related Post
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa proyek CA-EDC merupakan bagian integral dari Proyek Strategis Nasional. Inisiatif ini berfokus pada peningkatan kapasitas produksi bahan baku kimia esensial di dalam negeri, khususnya Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC). Kehadiran fasilitas produksi baru ini diharapkan mampu memangkas ketergantungan impor bahan baku vital bagi beragam sektor industri hilir, sekaligus mengakselerasi agenda hilirisasi nasional.

"Perjanjian investasi ini merupakan manifestasi komitmen kuat Danantara Indonesia untuk memperkokoh fondasi industri-industri strategis yang berpotensi menciptakan nilai tambah tinggi, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ungkap Pandu dalam keterangan tertulis yang diterima 55tv.co.id, Selasa (3/3/2026). Ia menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya menjadi respons terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam mempercepat hilirisasi, yang diyakini sebagai kunci penggerak utama perekonomian nasional.
Senada dengan Pandu, Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, menegaskan bahwa investasi ini selaras dengan mandat jangka panjang INA untuk mengalokasikan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas utama negara. Kemitraan strategis dengan Chandra Asri, sebagai pemain kunci dan produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia, diharapkan akan memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan daya saing industri kimia nasional di kancah global.
"Investasi ini secara gamblang merefleksikan mandat jangka panjang INA untuk menggerakkan modal ke sektor-sektor yang memiliki prioritas nasional tinggi," ujar Eddy, menekankan pentingnya peran INA dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyambut baik masuknya Danantara dan INA sebagai mitra strategis. Erwin optimis bahwa proyek CA-EDC akan secara signifikan menekan volume impor bahan kimia strategis, memperkuat stabilitas rantai pasok domestik, serta memberikan dukungan substansial bagi upaya hilirisasi industri di Indonesia. Pembangunan fasilitas ini diproyeksikan akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja selama fase konstruksi dan 250 tenaga kerja permanen saat operasional penuh, memberikan dampak positif yang luas bagi perekonomian lokal dan nasional.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar