55 NEWS – Pemerintah Republik Indonesia memberikan jaminan tegas terkait stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah terus memanas dan berpotensi mendongkrak harga minyak mentah dunia, masyarakat dapat bernapas lega karena tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Related Post
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara langsung mengonfirmasi kebijakan strategis ini. "Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa. Sekali pun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, sebagaimana dikutip 55tv.co.id pada Kamis (5/3/2026). Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Namun, Bahlil juga menjelaskan adanya perbedaan perlakuan untuk jenis BBM non-subsidi. Harga BBM non-subsidi akan tetap mengikuti dinamika pasar, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022. Ini menunjukkan pendekatan pemerintah yang selektif dalam intervensi pasar, memprioritaskan perlindungan bagi segmen masyarakat yang paling membutuhkan.
Selain isu harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan energi. Bahlil menjamin stok BBM dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) berada dalam kondisi aman dan memadai untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat selama periode Idul Fitri. "Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, Insyaallah semua aman, termasuk dengan LPG. Jadi enggak perlu ada keraguan sekali pun memang terjadi dinamika global di Iran dan Israel," tegasnya.
Kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk meredam potensi inflasi yang mungkin timbul dari kenaikan harga energi, sekaligus memberikan kepastian ekonomi bagi rumah tangga menjelang perayaan besar. Dengan menjaga harga BBM subsidi tetap stabil, pemerintah berharap dapat menopang stabilitas ekonomi makro dan menjaga optimisme konsumen di tengah gejolak global yang tak terduga.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar