Gawat! Harga Tiket Pesawat Terancam ‘Meledak’ Imbas Krisis Avtur Global, DPR Desak Pemerintah Lakukan Ini Agar Ekonomi Tidak Terpukul dan Pariwisata Tetap Bergairah!

55 NEWS – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait potensi lonjakan harga tiket pesawat di Tanah Air. Kekhawatiran ini muncul seiring dengan meroketnya harga avtur global yang dilaporkan telah mencapai kenaikan signifikan hingga 80 persen. Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mendesak pemerintah untuk segera merumuskan dan mengimplementasikan strategi antisipatif guna menahan gejolak harga tersebut.

COLLABMEDIANET

Menurut Rivqy, kenaikan drastis harga bahan bakar pesawat ini bukan sekadar isu operasional maskapai, melainkan ancaman serius bagi stabilitas ekonomi makro. Ia memproyeksikan, tanpa intervensi yang sigap, lonjakan tarif penerbangan akan secara langsung menggerus daya beli konsumen, menghambat momentum pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi, serta mengganggu konektivitas esensial antarwilayah di negara kepulauan seperti Indonesia.

Gawat! Harga Tiket Pesawat Terancam 'Meledak' Imbas Krisis Avtur Global, DPR Desak Pemerintah Lakukan Ini Agar Ekonomi Tidak Terpukul dan Pariwisata Tetap Bergairah!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam pernyataannya kepada 55tv.co.id pada Jumat (3/4/2026), Rivqy menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh pasif membiarkan mekanisme pasar bekerja tanpa kendali di tengah kondisi ekstrem seperti sekarang. "Kehadiran negara sangat krusial untuk memastikan bahwa beban kenaikan biaya operasional ini tidak sepenuhnya ditanggung oleh masyarakat," tegasnya, menyoroti pentingnya peran regulator dalam menjaga keseimbangan ekonomi.

Politisi dari Senayan ini mengakui bahwa fluktuasi harga avtur di tengah gejolak geopolitik global memang merupakan tantangan yang kompleks dan sulit dihindari. Namun, ia meyakini bahwa dampak turunan terhadap harga tiket pesawat masih dapat dimitigasi. "Meskipun kenaikan harga avtur global adalah realitas yang harus dihadapi, bukan berarti kita tidak berdaya mencegah efek domino pada tarif penerbangan. Pemerintah memiliki tanggung jawab besar, mengingat mobilitas penduduk Indonesia yang tersebar di ribuan pulau sangat bergantung pada sektor transportasi udara," paparnya, menekankan urgensi intervensi.

Rivqy juga menyoroti kasus Vietnam, salah satu negara yang telah merasakan dampak pahit krisis avtur. Di sana, kelangkaan pasokan dan lonjakan harga memaksa maskapai untuk memangkas jadwal penerbangan secara drastis, mengganggu roda perekonomian dan konektivitas. "Ini adalah pelajaran berharga yang tidak boleh kita abaikan. Situasi di mana krisis avtur memicu pengurangan jadwal penerbangan secara ekstrem adalah skenario terburuk yang harus kita hindari di Indonesia," pungkasnya, mengingatkan akan potensi disrupsi ekonomi yang lebih luas.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar