55 NEWS – PT Hutama Karya (Persero) mengonfirmasi bahwa proses penggabungan atau merger entitas BUMN Karya diproyeksikan baru akan rampung pada akhir tahun 2026. Pernyataan ini sekaligus merevisi target sebelumnya yang lebih optimistis, dengan alasan utama adalah kompleksitas restrukturisasi keuangan perusahaan-perusahaan pelat merah di sektor konstruksi.

Related Post
Hamdani, selaku Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menjelaskan bahwa rangkaian proses merger ini masih sangat bergantung pada tuntasnya restrukturisasi finansial sejumlah BUMN Karya. Ia mengakui bahwa perkiraan konsolidasi keuangan yang sebelumnya dicanangkan oleh Danantara untuk kuartal I 2026 telah meleset, justru karena rumitnya tahapan restrukturisasi tersebut.

Dalam sesi media briefing di Jakarta pada Kamis (2/4/2026), Hamdani merinci jadwal terbaru. "Secara timeline, kemungkinan restrukturisasi ini bisa kami harapkan selesai sekitar pertengahan tahun, sehingga mulai pertengahan tahun proses integrasinya dimulai dan diharapkan selesai di akhir tahun," jelasnya, memberikan gambaran jelas mengenai peta jalan menuju konsolidasi.
Untuk memastikan kelancaran proses integrasi pasca-restrukturisasi, sebuah Project Management Office (PMO) telah dibentuk dan akan aktif mendukung merger pada paruh kedua tahun ini. PMO ini bertugas mensinkronisasi berbagai aspek krusial antara Hutama Karya dan entitas holding lainnya, mencakup sistem perusahaan, operasional, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
Hamdani tidak menampik bahwa kondisi keuangan BUMN Karya yang belum sepenuhnya stabil menjadi kendala utama dalam percepatan merger. Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah strategis dengan memprioritaskan restrukturisasi finansial terlebih dahulu, sebelum melangkah ke penyatuan entitas bisnis dalam satu grup holding. "Merestrukturasi mereka dulu, begitu laporan atau buku keuangannya itu sudah membaik, baru mereka akan diintegrasi ke kita," tegasnya, menggarisbawahi pendekatan hati-hati yang diambil untuk memastikan fondasi yang kuat.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, sempat menyatakan bahwa proses merger perusahaan pelat merah di sektor konstruksi ini batal rampung pada tahun sebelumnya, dengan target penyelesaian mundur ke kuartal I 2026. Namun, proyeksi tersebut kini kembali bergeser, mengindikasikan kompleksitas tantangan yang dihadapi dalam upaya menciptakan entitas BUMN Karya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar