55 NEWS – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah bersiap meluncurkan uji coba masif penggunaan biodiesel B50 pada berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah strategis ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan sebuah inisiatif krusial untuk mendorong kemandirian energi nasional, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta memperkuat hilirisasi produk pertanian berbasis bioenergi.

Related Post
Fadjry Djufry, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), menegaskan komitmen Kementan dalam memacu pengembangan teknologi bioenergi. Menurutnya, inovasi kunci terletak pada pengembangan bioreaktor biodiesel yang menjanjikan produksi bahan bakar secara efisien dengan kualitas yang konsisten. "Kami secara aktif mendorong pengembangan bioreaktor biodiesel yang mampu menghasilkan bahan bakar secara efisien dengan kualitas stabil. Ini krusial agar biodiesel yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga dapat diintegrasikan secara optimal untuk berbagai kebutuhan, khususnya dalam operasional alsintan," papar Fadjry, seperti dikutip 55tv.co.id pada Senin (20/4/2026).

Sebagai langkah konkret menuju implementasi, BRMP melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) telah merampungkan serangkaian uji kinerja lapangan alsintan berbahan bakar B50. Kolaborasi strategis dengan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS) ini telah berlangsung sejak awal April. Arief Rachman, Kepala BRMP Mektan, menjelaskan bahwa fokus utama pengujian adalah untuk memverifikasi kesiapan teknis dan performa biodiesel B50 dalam skenario operasional pertanian yang sesungguhnya. "Evaluasi kami mencakup aspek krusial seperti keandalan mesin, tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar, hingga stabilitas operasional alsintan di berbagai kondisi lapangan," terang Arief.
Arief menambahkan, hasil komprehensif dari pengujian ini akan menjadi fondasi vital bagi pengembangan mekanisasi pertanian yang berkelanjutan, khususnya dalam transisi menuju energi alternatif dan mendukung penuh program B50 pemerintah. Pengujian ekstensif tersebut melibatkan beragam jenis alsintan, mulai dari traktor roda dua yang lincah, traktor roda empat yang bertenaga, hingga pompa air esensial. Tak hanya itu, uji coba juga mencakup ‘cold start ability’ untuk memastikan mesin mampu beroperasi optimal bahkan setelah periode penyimpanan yang panjang, sebuah faktor krusial dalam iklim tropis Indonesia.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar