TERUNGKAP! Bukan Fiskal Penyebab Rupiah Anjlok, Menkeu Purbaya Bongkar Strategi Jenius di Balik Lonjakan Ekonomi 5,61% Era Prabowo!

55 NEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menepis anggapan yang menyalahkan kebijakan fiskal pemerintah sebagai biang keladi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Kamis (7/5/2026), Purbaya justru menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara saat ini berada dalam kondisi prima, bahkan menjadi pilar fundamental yang menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

COLLABMEDIANET

Purbaya menilai kritik yang mengaitkan kondisi fiskal dengan depresiasi Rupiah muncul dari kurangnya pemahaman mendalam terhadap strategi pengelolaan kas yang sedang diimplementasikan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia tidak menahan diri untuk menyuarakan kekesalannya terhadap pandangan tersebut.

TERUNGKAP! Bukan Fiskal Penyebab Rupiah Anjlok, Menkeu Purbaya Bongkar Strategi Jenius di Balik Lonjakan Ekonomi 5,61% Era Prabowo!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Pemerintah telah mengelola kondisi fiskal dengan sangat cermat. Mereka yang mengklaim kebijakan fiskal kita janggal dan menyebabkan Rupiah terpuruk, jelas tidak memahami strategi yang kami jalankan," tegas Purbaya, menunjukkan bahwa ada narasi yang keliru di tengah publik.

Salah satu terobosan strategis yang menjadi sorotan Purbaya adalah pemindahan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia ke perbankan nasional, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini, menurutnya, terbukti sangat efektif dalam menggerakkan sektor-sektor produktif dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang berhasil mencapai angka impresif 5,61 persen.

Purbaya menjelaskan bahwa strategi ini merupakan pendekatan cerdas untuk menstimulasi roda perekonomian tanpa harus membebani anggaran dengan penambahan belanja atau pengeluaran modal baru.

"Tahukah Anda mengapa ekonomi kita bisa melaju lebih cepat? Ini berkat pengelolaan dana yang lebih optimal. Bukan sekadar memindahkan dana tunai dari Bank Indonesia ke perbankan nasional, namun langkah ini secara signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat, dan kami terus menjaganya. Yang terpenting, dana tersebut tetap menjadi aset pemerintah," jelas Purbaya, menekankan bahwa kendali penuh atas dana tersebut tetap berada di tangan negara. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa fleksibilitas dan kekuatan fiskal pemerintah tetap terjaga, menjadi fondasi kokoh di tengah dinamika ekonomi global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar