55 NEWS – Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan yang mengguncang panggung ekonomi global. Indonesia, menurut Prabowo, kini telah mengelola dana kedaulatan (Sovereign Wealth Fund/SWF) dengan total aset mencapai angka fantastis USD1.000 miliar, atau setara dengan sekitar Rp15.000 triliun (kurs Rp15.000/USD). Angka ini menempatkan Indonesia di jajaran elit negara-negara dengan dana abadi terbesar di dunia, bahkan melampaui kekuatan ekonomi seperti Qatar, Arab Saudi, dan Singapura.

Related Post
Dalam pidatonya saat peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026), Prabowo menegaskan bahwa dana kedaulatan Indonesia, yang dikenal dengan nama Danantara, saat ini berpotensi menduduki peringkat kelima atau keenam terbesar secara global. "Kita punya sekarang dana kedaulatan, sovereign wealth fund, dana kedaulatan kita mungkin sekarang adalah keenam terbesar di dunia. Aset yang kita kelola sekarang 1.000 miliar dolar," ungkap Prabowo.

Ia menambahkan, meski baru dibentuk pada tahun 2025, Danantara telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Sebagai perbandingan, dana kedaulatan Norwegia, yang merupakan yang terbesar di dunia, dibentuk pada tahun 1990. Sementara itu, Abu Dhabi memulai SWF-nya pada tahun 1976, dan Tiongkok dengan CIC-nya pada tahun 1997 serta 2007. "Saudara-saudara, kita sekarang kelima, kalau di sini kita kelima terbesar di dunia, baru dibentuk tahun 2025. Kita bahkan di atas Qatar, di atas Saudi Arabia, juga di atas Singapura," jelasnya, menyoroti kecepatan dan skala pencapaian Indonesia.
Prabowo menekankan bahwa manfaat riil dari pengelolaan aset sebesar ini tidak akan terlihat dalam waktu singkat. Ia memproyeksikan dampak positifnya baru akan terasa secara signifikan dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun mendatang. Pembentukan dana kedaulatan ini, menurutnya, merupakan langkah strategis jangka panjang yang fundamental bagi kemandirian dan kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan.
"Jadi boleh juga ini negara kita, kita sudah punya Danantara, dan nanti 10 tahun lagi, 20 tahun lagi ingat, lihat tanggal, lihat tahun. Saudara akan lihat pada saat itu apa yang kita buat tahun 2025-2026 ini. Jangan sekarang, nanti 20 tahun lagi saudara nilai apa yang kita buat hari ini. Yang kita buat adalah hal-hal mendasar," pungkas Prabowo, memberikan gambaran visi jauh ke depan yang menjadi landasan kebijakan ekonomi pemerintahannya. Pernyataan ini memberikan optimisme baru bagi prospek ekonomi Indonesia, menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan kekayaan negara untuk kesejahteraan generasi mendatang.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar