Target 8% Ekonomi Indonesia di Ujung Tanduk! Airlangga Beberkan ‘Kunci Sakti’ yang Tersembunyi di Daerah, Bukan di Pusat!

55 NEWS – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara lugas menyatakan bahwa ambisi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sangat bergantung pada performa dan peran aktif perekonomian di tingkat daerah. Tanpa akselerasi signifikan dari wilayah-wilayah, target makroekonomi ini dinilai mustahil terealisasi, demikian laporan dari 55tv.co.id.

COLLABMEDIANET

Airlangga menganalogikan capaian pertumbuhan nasional sebagai sebuah akumulasi dari rapor kinerja seluruh wilayah. Ia memperingatkan, jika performa ekonomi di tingkat regional cenderung stagnan atau bahkan melambat, maka ambisi akselerasi ekonomi nasional dipastikan akan ikut terseret turun, layaknya sebuah "bandul" yang memberatkan.

Target 8% Ekonomi Indonesia di Ujung Tanduk! Airlangga Beberkan 'Kunci Sakti' yang Tersembunyi di Daerah, Bukan di Pusat!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Target 8 persen ini menuntut daerah untuk terus mendorong pertumbuhan, sebab pusat sejatinya adalah agregat dari kinerja daerah. Jika daerah-daerah justru berada di bawah rata-rata nasional, tentu ini akan menjadi penarik ke bawah," tegas Airlangga dalam forum Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, pada Senin (25/5/2026).

Meski demikian, Airlangga juga memberikan apresiasi tinggi kepada sejumlah daerah yang berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi fantastis, jauh melampaui rata-rata nasional. Lonjakan performa impresif ini diakui sebagai buah manis dari konsistensi eksekusi program hilirisasi komoditas serta penguatan sektor industri yang berbasis sumber daya alam (SDA) lokal.

"Kami mengamati bahwa beberapa daerah menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi, dan ini merupakan dampak langsung dari kebijakan downstreaming atau hilirisasi yang diinisiasi pemerintah," ungkap Airlangga, menyoroti keberhasilan strategi tersebut.

Sebagai bukti konkret keberhasilan kebijakan ini, ia membeberkan data di Provinsi Maluku Utara yang pertumbuhan ekonominya dilaporkan meroket hingga mendekati angka 19 persen. Rapor impresif serupa juga dicatatkan oleh wilayah lain seperti Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang perekonomiannya melaju kencang, terutama ditopang oleh sektor industri ekstraktif dan upaya hilirisasi di sektor hulu.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar