55 NEWS – JAKARTA – Pasar keuangan global kembali menunjukkan sinyal positif terhadap perekonomian Indonesia. Surat utang global (global bond) yang diterbitkan oleh Danantara dilaporkan laku keras, menandakan lonjakan kepercayaan investor internasional yang signifikan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6/2026), menegaskan bahwa capaian ini adalah buah dari berbagai kebijakan strategis pemerintah yang berfokus pada penguatan iklim investasi, percepatan deregulasi, dan hilirisasi industri.

Related Post
Prasetyo Hadi secara gamblang menyatakan bahwa suksesnya penerbitan obligasi global Danantara menjadi indikator kuat peningkatan kepercayaan investor dari berbagai penjuru dunia. "Ini adalah target dari Danantara terkait global bond, yang terbukti menarik kepercayaan investor dari Amerika, Eropa, maupun Asia. Ini adalah sesuatu yang patut kita syukuri, dan terima kasih kepada Pak Rosan atas kerja kerasnya," ungkap Prasetyo, mengapresiasi upaya di balik keberhasilan tersebut seperti dilansir 55tv.co.id.

Lebih lanjut, Mensesneg menguraikan komitmen pemerintah dalam membenahi fondasi ekonomi. Langkah-langkah proaktif terus digulirkan untuk menjaga stabilitas persepsi pasar dan memacu pertumbuhan iklim investasi domestik. "Dalam kurun waktu satu hingga dua minggu terakhir, kami secara intensif berkoordinasi dan bekerja sama untuk merumuskan serta mengimplementasikan kebijakan yang diharapkan mampu mengokohkan nilai tukar rupiah, serta meningkatkan kepercayaan publik dan pasar," papar Prasetyo, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga.
Tak berhenti pada upaya menjaga kepercayaan investor, pemerintah juga gencar melancarkan reformasi struktural. Mensesneg menyoroti pentingnya deregulasi dan penyederhanaan perizinan sebagai katalisator bagi pertumbuhan investasi dan ekosistem ekonomi yang lebih kompetitif. "Bapak Presiden berulang kali menekankan perlunya mempermudah perizinan agar iklim investasi dan ekosistem ekonomi kita dapat tumbuh lebih kompetitif," kutip Prasetyo.
Selain itu, percepatan hilirisasi dan industrialisasi dipandang sebagai pilar strategis untuk mencapai kemandirian ekonomi. "Industrialisasi dan hilirisasi bertujuan ganda: mengurangi ketergantungan impor dan menciptakan nilai tambah signifikan dari produk domestik, yang pada akhirnya akan memperkaya bangsa," imbuhnya, menjelaskan visi jangka panjang pemerintah.
Prasetyo menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa stabilitas makroekonomi adalah prasyarat mutlak bagi keberlanjutan iklim usaha dan penguatan ekonomi nasional. Ia menyerukan kepada seluruh komponen bangsa – mulai dari masyarakat umum, pelaku pasar, hingga para ekonom – untuk bersatu padu. "Mari kita semua, seluruh masyarakat, pelaku pasar, dan pelaku ekonomi, bergandengan tangan, bekerja sama, dan bekerja keras untuk memulihkan serta memperkuat ekonomi kita," pungkasnya, menyerukan semangat kolaborasi demi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih tangguh.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar