55 NEWS – Sentimen positif kembali menyelimuti pasar global pada Senin (15/6/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan awal untuk meredakan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Perkembangan geopolitik yang menenangkan ini sontak memicu gelombang optimisme, mendorong investor untuk kembali mengalihkan perhatian ke aset-aset berisiko tinggi, termasuk pasar kripto yang dikenal dengan volatilitasnya. Akibatnya, harga Bitcoin sempat melesat, menembus level USD65.900 dalam perdagangan hari ini.

Related Post
Berdasarkan data terkini dari CoinMarketCap, aset kripto paling populer ini diperdagangkan dalam rentang USD63.900 hingga USD65.900, menunjukkan kenaikan impresif sekitar 2% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Penguatan signifikan ini juga menempatkan Bitcoin hampir 8% di atas level terendah pekan lalu yang sempat menyentuh di bawah USD60.900, menandai pemulihan yang kuat dari tekanan sebelumnya.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menyoroti bahwa meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah menciptakan ruang bagi investor untuk meningkatkan eksposur terhadap aset dengan karakteristik volatilitas tinggi. "Pasar kripto saat ini merespons positif membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya. Hal inilah yang turut mendorong pemulihan harga di pasar saat ini," jelas Aloysia di Jakarta, seperti dikutip dari 55tv.co.id.
Fenomena penguatan ini tidak hanya terbatas pada Bitcoin. Mayoritas aset kripto utama lainnya juga mencatatkan kinerja positif. Ethereum, misalnya, menguat sekitar 5,1% mencapai level USD1.758, sementara Solana melonjak 6,6% menjadi USD72,6. XRP juga tidak ketinggalan, bertambah 7,1% ke USD1,2. Di antara aset kripto berkapitalisasi besar, Hyperliquid (HYPE) tampil sebagai salah satu bintang dengan kenaikan tertinggi, melonjak sekitar 11,6% ke level USD67,8.
Penguatan pasar kripto ini sejalan dengan membaiknya sentimen risiko global secara keseluruhan. Pasca-pengumuman kesepakatan AS-Iran, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4%, bergerak menuju kisaran USD83 per barel. Koreksi ini mencerminkan pengurangan premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi global. Di sisi lain, pasar saham Asia menunjukkan penguatan, kontrak berjangka indeks saham AS bergerak positif, dan tekanan terhadap dolar AS mulai mereda, menandakan optimisme yang meluas di berbagai sektor keuangan.
Meskipun sentimen pasar menunjukkan perbaikan signifikan, Aloysia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren positif ini masih sangat bergantung pada faktor-faktor fundamental dan perkembangan geopolitik di masa mendatang. Investor tetap diimbau untuk mencermati dinamika pasar guna menentukan apakah penguatan Bitcoin dan aset kripto lainnya dapat berlanjut dalam waktu dekat.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar