55 NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan terakhir dengan penguatan tipis, mencapai level 6.177. Kenaikan ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap pengumuman penting dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pasar modal Indonesia, memicu spekulasi dan pergerakan harga yang menarik. Meskipun penguatan hanya sebesar 4,80 poin atau 0,08 persen, momentum ini menjadi sorotan para pelaku pasar.

Related Post
Pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026, aktivitas pasar menunjukkan gambaran yang cukup berimbang. Sebanyak 353 saham berhasil membukukan kenaikan, sementara 358 saham harus terkoreksi, dan 248 saham lainnya terpantau stagnan. Total nilai transaksi perdagangan hari itu mencapai angka impresif Rp25,8 triliun, melibatkan pertukaran 30,15 miliar lembar saham.

Namun, tidak semua indeks sektoral menunjukkan performa positif. Beberapa indeks acuan lainnya justru mengalami tekanan. Indeks LQ45 terkoreksi 1,22 persen menjadi 609, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) melemah 1,92 persen ke posisi 368, Indeks IDX30 juga turun 1,21 persen ke 344, dan Indeks MNC36 mencatatkan pelemahan 0,94 persen, berakhir di level 270.
Dinamika pergerakan juga terlihat jelas pada kinerja sektor-sektor di Bursa Efek Indonesia. Sektor-sektor yang terpantau berada di zona merah dan mengalami tekanan meliputi energi, keuangan, properti, bahan baku, industri, dan teknologi. Sebaliknya, sektor-sektor yang mampu menunjukkan performa positif dan menguat adalah konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, transportasi, dan kesehatan.
Di tengah fluktuasi pasar, beberapa saham berhasil mencuri perhatian dengan lonjakan harga signifikan. PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan fantastis 34,29 persen, ditutup pada harga Rp94. Disusul oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) yang melonjak 25 persen ke Rp145, serta PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang juga menguat 25 persen, mencapai Rp545.
Namun, tidak semua emiten beruntung. Beberapa saham harus menelan pil pahit dan masuk dalam daftar top losers. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) anjlok 14,97 persen ke Rp16.325, diikuti oleh PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang terkoreksi 14,83 persen menjadi Rp2.700, dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) yang melemah 11,31 persen, ditutup di harga Rp392.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar