Terobosan Energi Nasional: Pabrik Gas Raksasa di Tuban Resmi Beroperasi, Siap Pangkas Impor LPG dan Dorong Kemandirian!

Terobosan Energi Nasional: Pabrik Gas Raksasa di Tuban Resmi Beroperasi, Siap Pangkas Impor LPG dan Dorong Kemandirian!

55 NEWS – Pemerintah Indonesia baru saja meresmikan operasional Mini LNG Plant milik PT Sumber Aneka Gas (SAG) yang berlokasi strategis di Tuban, Jawa Timur. Fasilitas modern ini digadang-gadang menjadi tonggak penting dalam upaya negara meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, sekaligus memperkokoh ketahanan energi nasional. Dengan kapasitas produksi maksimal mencapai 55.300 ton liquefied natural gas (LNG) per tahun, pabrik ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi perekonomian dan kemandirian energi Indonesia.

COLLABMEDIANET

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan gas ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan nilai tambah sumber daya energi di dalam negeri. Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa inisiatif semacam ini krusial dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, khususnya liquefied petroleum gas (LPG) yang selama ini membebani neraca perdagangan.

Terobosan Energi Nasional: Pabrik Gas Raksasa di Tuban Resmi Beroperasi, Siap Pangkas Impor LPG dan Dorong Kemandirian!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Saya melihat ini sebagai sebuah karya nyata dari perusahaan yang berdedikasi untuk memenuhi kebutuhan domestik kita. Terlebih lagi, fasilitas ini tidak hanya menghasilkan LNG, tetapi juga LPG, kondensat, dan CNG. Ini merupakan wujud bauran energi yang efektif dalam strategi kita mengurangi impor LPG," ujar Bahlil pada Jumat (26/6/2026), menggarisbawahi potensi besar pabrik ini.

Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas mendapatkan pasokan gas mentah dari Lapangan Sumber, yang disalurkan oleh PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java. Kontrak pasokan gas sebesar 15 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) ini telah diamankan hingga tahun 2035, menjamin keberlanjutan operasional pabrik dalam jangka panjang.

Selain kapasitas produksi LNG yang mencapai 55.300 ton per tahun, fasilitas ini juga dirancang untuk menghasilkan produk turunan lain yang tak kalah vital. Diperkirakan, pabrik ini akan memproduksi sekitar 9.800 ton LPG per tahun, 19.600 barel kondensat per tahun, serta memiliki kemampuan untuk memproduksi 21.000 ton CO2 cair (liquid CO2) setiap tahunnya. Diversifikasi produk ini menunjukkan visi strategis dalam memaksimalkan potensi gas bumi dan mendukung berbagai sektor industri di Indonesia. Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu menciptakan efek domino positif bagi perekonomian lokal dan nasional, serta menjadi contoh sukses sinergi antara pemerintah dan swasta dalam mewujudkan kemandirian energi.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar