Geger! Bukan Harga Gas, Ini Biang Kerok Sesungguhnya di Balik Ancaman PHK Massal Industri Nasional: Said Iqbal Ungkap Dalang Geopolitik dan Daya Beli Anjlok!

Geger! Bukan Harga Gas, Ini Biang Kerok Sesungguhnya di Balik Ancaman PHK Massal Industri Nasional: Said Iqbal Ungkap Dalang Geopolitik dan Daya Beli Anjlok!

55 NEWS – Jakarta – Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang membayangi sektor industri nasional ternyata bukan disebabkan oleh harga atau pasokan gas bumi sebagai faktor utamanya. Menurut Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, tekanan paling signifikan justru berasal dari kompleksitas dampak geopolitik global yang memicu serangkaian krisis ekonomi.

COLLABMEDIANET

Iqbal menjelaskan bahwa permasalahan yang membelit pelaku usaha saat ini jauh lebih rumit daripada sekadar fluktuasi harga energi. Ia menyoroti konflik geopolitik di Timur Tengah sebagai pemicu utama kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk industri serta gas nonsubsidi. Selain itu, penurunan daya beli masyarakat turut berkontribusi pada merosotnya volume produksi perusahaan. Fenomena relokasi sebagian investasi dan produksi ke negara lain, ditambah dengan pelemahan nilai tukar Rupiah yang mengerek biaya produksi, semakin memperparah situasi.

Geger! Bukan Harga Gas, Ini Biang Kerok Sesungguhnya di Balik Ancaman PHK Massal Industri Nasional: Said Iqbal Ungkap Dalang Geopolitik dan Daya Beli Anjlok!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Berbagai faktor ini saling berkelindan, menciptakan kondisi yang menantang bagi sektor industri kita," tegas Iqbal. Menyadari urgensi situasi ini, pemerintah, melalui Said Iqbal, menegaskan komitmennya untuk mengambil langkah-langkah mitigasi konkret guna menekan laju PHK agar tidak meluas secara signifikan di berbagai sektor industri.

Terkait angka gelombang PHK yang sempat beredar dan disebut mencapai sekitar 55 ribu pekerja, Iqbal meluruskan bahwa pemerintah masih dalam tahap verifikasi mendalam. Ia menekankan bahwa tidak semua kasus tersebut merupakan PHK baru, dan banyak informasi yang beredar belum tentu mencerminkan realitas di lapangan. "Kami terus berupaya melakukan mitigasi di berbagai perusahaan untuk menekan potensi PHK semaksimal mungkin. Penting untuk dicatat, tidak semua data yang tersebar luas akurat menggambarkan kondisi riil," jelasnya kepada 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar