55tv.co.id – Meskipun pergerakan pasar aset kripto cenderung mendatar dalam beberapa pekan terakhir, bukan berarti peluang meraup keuntungan sirna. Justru di tengah stagnasi ini, para pelaku pasar menemukan strategi baru yang menjanjikan untuk tetap meraih cuan.

Related Post
Instrumen perdagangan derivatif atau futures kini menjadi sorotan utama. Produk ini menawarkan fleksibilitas bagi trader untuk mengambil posisi baik saat harga naik maupun turun, menjadikannya pilihan strategis di tengah ketidakpastian arah pasar.

Data terbaru dari CoinMarketCap per 15 Juli 2026 menunjukkan Bitcoin memang sempat menguat tipis 3,39% dalam sehari dan 2,75% sepekan. Namun, dalam sebulan terakhir, raja kripto ini terperangkap di rentang USD59.000 hingga USD66.000, mengindikasikan fase konsolidasi yang cukup panjang.
Menurut pengamat kripto terkemuka Kimiko Lie, paruh kedua tahun 2026 masih akan diwarnai oleh berbagai sentimen global. Isu geopolitik dan arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat The Fed diprediksi akan menjadi faktor penentu pergerakan pasar.
Namun Kimiko menegaskan kondisi ini justru membuka celah bagi trader yang piawai merancang strategi adaptif. Ia juga menyoroti tren menarik di mana banyak trader Indonesia selama ini memilih platform asing untuk akses produk derivatif. Dengan semakin matangnya regulasi di tanah air dan hadirnya instrumen futures yang diawasi regulator, ia optimis platform lokal akan semakin diminati.
Kimiko memprediksi kejelasan regulasi yang terus berkembang, bertambahnya variasi produk investasi, serta peningkatan literasi investor akan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan perdagangan derivatif aset digital di Indonesia.
Tak hanya itu, gelombang perpindahan investor dari instrumen lain, termasuk pasar saham domestik yang juga bergerak terbatas, kini mulai melirik aset kripto sebagai alternatif investasi yang menjanjikan.










Tinggalkan komentar