55tv.co.id – PT Pertamina kini tengah menanti lampu hijau dari pemerintah terkait skema pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Kebijakan ini santer disebut akan membidik kalangan masyarakat dengan kemampuan ekonomi di atas rata-rata.

Related Post
Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina Muhammad Baron menegaskan bahwa pihaknya belum menerima instruksi lebih lanjut dari otoritas terkait rencana krusial ini. "Kami masih terus menunggu arahan dari pemerintah mengenai hal tersebut," ujar Baron dalam sebuah kesempatan di Graha Pertamina.

Meski demikian, Pertamina tak berdiam diri. Perusahaan pelat merah ini terus menggalakkan kampanye konsumsi energi yang bijak kepada seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini ditempuh untuk mendorong penggunaan BBM yang lebih terarah, sekaligus memastikan kesesuaian dengan spesifikasi mesin kendaraan.
Baron menambahkan, inisiatif ini merupakan upaya bersama demi kepentingan seluruh pihak. "Jadi kampanye ini sebenarnya untuk kepentingan bersama, para konsumen, pemerintah dan juga Pertamina, sehingga pengguna maupun kami bisa menyalurkan energi tepat kepada para penggunanya, tepat kepada spesifikasi mesinnya, dan juga bisa merata kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah memang sedang merumuskan kerangka pembatasan penyaluran Pertalite. Skema ini direncanakan menyasar kelompok desil 9 dan 10, yang merepresentasikan 20 persen penduduk dengan tingkat ekonomi tertinggi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pembahasan mengenai pembatasan Pertalite ini bertujuan untuk memperbaiki alokasi subsidi BBM agar benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, masyarakat dengan tingkat ekonomi mapan seharusnya tidak lagi menjadi penerima subsidi BBM dari negara.










Tinggalkan komentar