Awas Dapur Gizi Gratis Terancam Ditutup BGN

Awas Dapur Gizi Gratis Terancam Ditutup BGN

55tv.co.id – Ketua Badan Gizi Nasional BGN Sudaryono melontarkan peringatan keras bagi seluruh pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis MBG. Ia tak segan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG yang terbukti abai terhadap standar kualitas. Ancaman penutupan ini muncul sebagai respons tegas terhadap potensi kelalaian yang bisa merugikan penerima manfaat program strategis nasional tersebut.

COLLABMEDIANET

Sudaryono menekankan bahwa setiap SPPG wajib memenuhi serangkaian kriteria ketat. Ini mencakup keamanan pangan mutu gizi kebersihan lingkungan dan tata kelola operasional yang baik. Apabila ada SPPG yang gagal memenuhi tolok ukur tersebut mereka akan mendapatkan pembinaan dan evaluasi intensif. Namun jika tidak ada perbaikan signifikan maka penghentian operasional menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.

Awas Dapur Gizi Gratis Terancam Ditutup BGN
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Program MBG menurut Sudaryono merupakan amanat negara yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab tanpa kompromi. Kualitas layanan keamanan pangan dan mutu gizi adalah komitmen mutlak yang harus dijaga setiap SPPG. Hal ini demi melindungi kesehatan para penerima manfaat serta menjaga kepercayaan publik terhadap inisiatif penting ini.

"Kami akan melakukan perbaikan dan teguran keras. Jika memang tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik kami tidak ragu untuk menutupnya," ujar Sudaryono saat inspeksi mendadak di Bogor Jumat lalu. Ia menambahkan bahwa kelalaian sekecil apa pun tidak boleh sampai merusak reputasi seluruh program.

BGN di bawah kepemimpinan Sudaryono akan mengimplementasikan pendekatan dua arah yaitu pembinaan yang disertai dengan penegakan disiplin. SPPG yang menunjukkan kinerja prima akan mendapatkan apresiasi sedangkan yang mengabaikan ketentuan akan dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.

"Apabila SPPG atau petugasnya terbukti bandel dan tidak disiplin kami harus berani mengambil tindakan penghentian. Yang berprestasi kita berikan penghargaan yang melanggar harus menerima konsekuensi," tegasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar