Danamon Cetak Laba Rp2,4 T di Tengah Ekonomi Sulit

Danamon Cetak Laba Rp2,4 T di Tengah Ekonomi Sulit

55tv.co.id – PT Bank Danamon Indonesia Tbk BDMN berhasil membukukan kinerja gemilang di paruh pertama tahun 2026. Di tengah dinamika ekonomi nasional yang penuh tantangan, bank ini sukses mencatatkan laba bersih periode berjalan sebesar Rp2,4 triliun. Tak hanya itu, total kredit konsolidasian perseroan juga menembus angka Rp230,1 triliun, menjadi bukti kuat peran intermediasi yang dijalankan.

COLLABMEDIANET

Kinerja impresif ini, menurut manajemen, merefleksikan keberhasilan perseroan dalam menjalankan fungsi perbankan inti di tengah gejolak ekonomi. Pertumbuhan pembiayaan yang merata di berbagai segmen bisnis menjadi motor pendorong utama perolehan laba yang progresif. "Total kredit tumbuh 12% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara laba bersih Danamon melesat 33%," jelas Theresia Andriana Widjaja, Chief Financial Officer Bank Danamon, dalam keterangan resminya.

Danamon Cetak Laba Rp2,4 T di Tengah Ekonomi Sulit
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Theresia Andriana Widjaja lebih lanjut menjelaskan bahwa ekspansi kredit Danamon didukung oleh kontribusi solid dari berbagai segmen. Mulai dari perbankan korporasi dan institusi keuangan, perbankan UKM, perbankan konsumen, hingga kinerja anak-anak perusahaan Danamon turut menyokong pertumbuhan yang signifikan ini.

Tak hanya dari sisi kredit, Danamon juga mencatatkan hasil positif dalam pengumpulan dana masyarakat. Total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian, yang mencakup giro, tabungan, kasa, dan deposito, meningkat tajam 14 persen secara tahunan, mencapai Rp181,7 triliun. Lonjakan DPK ini secara signifikan memperkokoh posisi likuiditas perseroan, memberikan fondasi kuat untuk menopang operasional bisnis utama.

Kinerja positif ini juga sejalan dengan efisiensi biaya operasional yang ketat dan peningkatan efektivitas pengelolaan risiko kredit. Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) konsolidasian tercatat sebesar Rp5,9 triliun, melesat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Peningkatan laba bersih ini didorong oleh kenaikan pendapatan dan disokong oleh membaiknya kualitas kredit, yang terlihat dari penurunan biaya kredit atau Cost of Credit sebesar 12% secara tahunan, serta margin bunga bersih (NIM) konsolidasian sebesar 8,1%," tutup Theresia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar