Terkuak Modus Penipuan Beras Untung Triliunan

Terkuak Modus Penipuan Beras Untung Triliunan

55tv.co.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini menggegerkan publik dengan membongkar praktik curang yang diduga dilakukan oleh sejumlah korporasi besar. Mereka dituding memanipulasi mutu beras demi meraup keuntungan ilegal fantastis, mencapai angka Rp2,08 triliun. Modus operandi mereka sungguh meresahkan: beras kualitas rendah yang seharusnya dijual Rp8.000 per kilogram disulap menjadi "beras premium" dan dilepas ke pasar dengan harga selangit Rp17.000 per kilogram.

COLLABMEDIANET

Kementerian Pertanian kini tengah mendalami akumulasi kerugian yang diderita masyarakat akibat praktik kotor ini. Amran menegaskan bahwa perolehan dana sebesar itu bukanlah hasil bisnis yang sah, melainkan murni tindakan kriminal yang sangat merugikan konsumen di seluruh Indonesia. "Ada satu grup saja bisa untung Rp2 triliun. Ini bukan keuntungan, ini penipuan, perampokan yang totalnya bisa mencapai Rp98 triliun," ujar Amran dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta.

Terkuak Modus Penipuan Beras Untung Triliunan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Padahal, negara telah mengalokasikan anggaran besar, sekitar Rp537 triliun, untuk menopang produksi padi nasional hingga mencapai 34,69 juta ton. Namun, distribusi keuntungan di sepanjang rantai pasok justru timpang. Dari total Rp215 triliun yang berputar di tingkat bawah, petani hanya menikmati pendapatan sekitar Rp1,87 juta per rumah tangga. Ironisnya, para pengusaha penggilingan beras atau Rice Milling Unit (RMU) justru meraup porsi terbesar, mencapai Rp259 triliun.

Hasil inspeksi lapangan semakin memperkuat dugaan ini. Pengawasan ketat menunjukkan bahwa 85,56 persen sampel beras berlabel premium yang beredar di pasaran ternyata tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Diperkirakan, sekitar 39,75 persen atau setara 12,2 juta ton beras premium yang dijual ke masyarakat menyalahi standar mutu. Akibatnya, kerugian total yang ditanggung konsumen diperkirakan melonjak hingga Rp98 triliun. Ini adalah tamparan keras bagi integritas pasar pangan nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar