55tv.co.id – Langkah monumental menuju kemandirian energi bersih di Indonesia baru saja terukir. PLN Indonesia Power bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk PGE resmi meneken Letter of Intent LoI sebuah kesepakatan krusial untuk pembelian listrik dari dua proyek panas bumi raksasa. Total kapasitas yang disepakati mencapai 45 megawatt MW menandai percepatan signifikan dalam optimalisasi sumber energi terbarukan di tanah air.

Related Post
LoI ini secara spesifik menargetkan pengembangan dua unit pembangkit. Pertama adalah Ulubelu Binary Bottoming Unit dengan kapasitas 30 MW yang berlokasi strategis di Provinsi Lampung. Kedua, Lahendong Binary Bottoming Unit sebesar 15 MW akan dibangun di Provinsi Sulawesi Utara. Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendiversifikasi pasokan energi nasional.

Penandatanganan bersejarah ini berlangsung meriah dalam rangkaian acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition IIGCE 2026 di Jakarta International Convention Center JICC Jakarta. Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dan Direktur Utama PGE Ahmad Yani hadir langsung untuk membubuhkan tanda tangan mereka mengukuhkan kolaborasi strategis ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Bahlil Lahadalia turut angkat bicara mengenai potensi luar biasa ini. Ia menegaskan bahwa kekayaan panas bumi Indonesia yang melimpah tidak boleh hanya sekadar menjadi deretan angka statistik. Sebaliknya potensi tersebut harus diwujudkan menjadi energi listrik yang nyata membawa faedah bagi masyarakat luas memacu roda perekonomian dan memperkokoh kemandirian energi bangsa.
Menurut Bahlil percepatan realisasi proyek panas bumi memerlukan keberanian ekstra untuk mengubah potensi menjadi proyek konkret. Sinergi dan kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mewujudkan ambisi besar ini.










Tinggalkan komentar